Kunjungan kerja CEO Nvidia, Jensen Huang, ke Tokyo belum lama ini tidak hanya membawa misi bisnis berskala besar, tetapi juga diwarnai dengan aksi unik yang mencuri perhatian publik. Di luar agenda resmi pengumuman infrastruktur kecerdasan buatan (AI), Huang terlihat membagikan bakpao kacang merah secara langsung kepada kerumunan warga di jalanan Tokyo.
Melansir laman Business Insider, Kamis (23/7), aksi hangat ini semakin mempertegas tradisi 'diplomasi kuliner' ala Huang, yang dikenal kerap berbaur dengan masyarakat lokal setiap kali melakukan kunjungan bisnis ke berbagai negara.
Agenda utama kunjungan Huang di Jepang sebenarnya berfokus pada pengumuman kemitraan strategis bersama Noetra Corp, perusahaan pengembang AI terkemuka asal Jepang.
Melalui kerja sama ini, Nvidia akan mendukung pembangunan pabrik AI berbasis 27.500 GPU. Proyek ambisius ini dirancang sebagai infrastruktur AI nasional pertama di dunia yang difokuskan khusus untuk pengembangan teknologi robotika.
Nostalgia di Akihabara: Kenangan Penyelamat Nvidia
Di sela-sela kesibukannya, Huang juga menyempatkan diri mendatangi bekas arena permainan arcade Sega di kawasan Akihabara. Kunjungan ini menjadi momen nostalgia bagi Huang untuk menyampaikan apresiasi mendalam kepada raksasa gim tersebut.
Pada era 1990-an, Sega pernah memberikan suntikan dana darurat sebesar USD 5 juta, sebuah keputusan krusial yang berhasil menyelamatkan Nvidia dari jurang kebangkrutan di awal masa berdirinya.
Advertisement
Momen Santai di Kedai Tradisional
Meski mengusung agenda teknologi bernilai fantastis, momen santai Huang seusai jam kerja justru menjadi sorotan utama. Ia terlihat menikmati makan malam di Yakiton Sankichi, sebuah kedai minum tradisional (izakaya) berlentera merah di kawasan Kanda.
Di kedai sederhana tersebut, Huang menikmati hidangan hotpot jeroan dan kentang goreng porsi raksasa (baka-mori). Tidak sendiri, Huang menyantap hidangan tersebut bersama para petinggi dari jajaran perusahaan raksasa teknologi Jepang, seperti Kioxia, Tokyo Electron, Shin-Etsu Chemical, Sumitomo Electric, Taiyo Yuden, hingga Ajinomoto.
Usai makan malam, Huang keluar menyapa kerumunan warga dan penggemar yang telah menunggunya di luar kedai. Tanpa canggung, ia membagikan bakpao kacang merah satu per satu ke tangan warga yang menyambutnya.
Advertisement
Gaya Merakyat yang Menjadi Ciri Khas
Gaya santai dan merakyat ini memang telah lama menjadi ciri khas Jensen Huang. Sebelum singgah di Tokyo, Huang sempat tertangkap kamera sedang menikmati mi saus kedelai di trotoar jalanan Nanluoguxiang, Beijing, pada pertengahan Mei lalu.
Dalam beberapa tahun terakhir, pimpinan Nvidia ini juga sering terlihat mengunjungi kedai street food di Vietnam dan Hong Kong, hingga menyantap ayam goreng dan BBQ Korea bersama pimpinan Samsung serta Hyundai di Seoul.
Kehadiran Jensen Huang di Tokyo sekali lagi membuktikan bahwa di balik negosiasi teknologi mutakhir bernilai puluhan miliar dolar, pendekatan yang hangat dan merakyat tetap menjadi senjata utamanya dalam menjalin hubungan erat—baik dengan mitra bisnis global maupun masyarakat setempat.
Reporter Magang: Hanan Mahira Amani