Lion Group Buka Opsi Refund dan Reschedule untuk Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau menutup CGK–HLP. Lion Group batalkan penerbangan dan buka opsi refund serta reschedule bagi penumpang terdampak. Ini status terbaru bandara.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
Lion Group Buka Opsi Refund dan Reschedule untuk Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau
<p>Batik Air mendukung perhelatan F1 Powerboat di Danau Toba, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Batik Air menyediakan 15.912 kursi atau 102 frekuensi terbang pergi pulang. (Dok Lion Air Group)</p>

Lion Group membatalkan sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) pada Senin, 7 September 2026. Langkah ini diambil menyusul penutupan sementara kedua bandara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Maskapai menyiapkan opsi penanganan bagi penumpang terdampak.

Penutupan operasional kedua bandara ditetapkan otoritas penerbangan melalui Notice to Airmen (NOTAM) dengan status CLOSED. Untuk Soekarno-Hatta, berlaku berdasarkan NOTAM A3373/26 NOTAMR A3368/26 sejak pukul 08.28 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB. Adapun Halim Perdanakusuma ditetapkan CLOSED melalui NOTAM A3372/26 NOTAMR A3369/26 sejak pukul 08.16 WIB hingga estimasi pukul 18.00 WIB.

"Lion Group memilih untuk tidak mengoperasikan penerbangan apabila kondisi belum memungkinkan dan keselamatan belum dapat dipastikan," kata Corporate Communications Strategic Lion Group Danang Mandala Prihantoro saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (7/9/2026).

Danang mengatakan abu vulkanik dapat mengganggu pengoperasian pesawat dan memengaruhi kondisi wilayah udara yang dilalui. Ia menambahkan, paparan abu juga berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan.

"Keselamatan dan keamanan pelanggan serta seluruh awak pesawat tetap menjadi prioritas utama," ujar Danang.

Lion Group menyampaikan bahwa keputusan operasional akan terus disesuaikan berdasarkan informasi resmi dari otoritas penerbangan karena kondisi abu vulkanik dapat berubah mengikuti aktivitas gunung api, arah angin, dan kecepatan angin.

Bagi penumpang yang terdampak, Lion Group menyediakan opsi reschedule atau refund sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan juga mengimbau pelanggan untuk menggunakan saluran resmi serta tidak membagikan data pribadi, kode booking, maupun kode OTP kepada pihak mana pun yang mengatasnamakan Lion Group.

Lion Group menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandara, dan pihak terkait sambil memantau perkembangan kondisi wilayah udara.

Abu Anak Krakatau, Penutupan Soetta–Halim Berlaku hingga 18.00 WIB

Sebelumnya, AirNav Indonesia memperbarui informasi aeronautika terkait dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan. Pembaruan dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi ruang udara dan aspek keselamatan penerbangan.

"Berdasarkan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM), periode penutupan sementara Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma (WIHH) diperpanjang hingga estimasi pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026," ungkap EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro, Senin (7/9/2026).

AirNav menyebut, penyesuaian periode penutupan merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," ujarnya.

AirNav Indonesia juga berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan layanan navigasi tersampaikan secara tepat waktu.

Rekomendasi