Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa peran koperasi harus melampaui fungsi penyedia pinjaman semata. Lembaga ekonomi kerakyatan ini dituntut mampu menjadi mesin penggerak utama dalam membangun kekuatan ekonomi anggota lewat peningkatan kapasitas usaha, produktivitas, hingga perluasan akses pasar.
Pesan tersebut disampaikan Ferry saat bertandang ke Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Balo’ta di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Minggu. Dalam kunjungannya, ia menekankan pentingnya koperasi dalam menghadirkan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas.
Ferry menilai KSP Balo’ta berhasil membuktikan peran strategis tersebut lewat program pendampingan bagi anggota, khususnya para petani, serta pengoperasian kebun kopi percontohan.
"Kita tidak boleh puas hanya membuat petani mendapatkan pinjaman. Kita harus membuat petani semakin produktif, semakin sejahtera, dan semakin memiliki posisi tawar," ujar Ferry dikutip dari Antara, Minggu (30/8).
Ia mendorong agar langkah nyata ini terus diperluas demi memastikan koperasi tidak berhenti pada sekadar aktivitas simpan pinjam, melainkan benar-benar hadir sebagai penggerak ekonomi rakyat. Kendati demikian, Ferry tetap menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap konsistensi KSP Balo’ta dalam membimbing para anggotanya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua KSP Balo’ta Dedi Bongga memaparkan pertumbuhan pesat lembaga yang dipimpinnya. Per Juli 2026, nilai aset KSP Balo’ta tercatat menembus Rp1,9 triliun, melonjak hingga 609 persen dibanding posisi tahun 2014. Saat ini, koperasi tersebut melayani sekitar 15 ribu anggota aktif.
Advertisement
Kucuran Dana Pembiayaan Modal Kerja
Perkembangan usaha KSP Balo’ta juga tak lepas dari kemitraan dengan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi. Selama sekitar satu dekade terakhir, LPDB Koperasi telah mengucurkan dukungan pembiayaan modal kerja secara bertahap sebanyak 10 kali.
Di sisi lain, Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong melaporkan perkembangan iklim koperasi di wilayahnya. Pascapemekaran daerah, Toraja Utara kini memiliki sekitar 49 koperasi aktif.
Terkait program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebanyak 19 unit telah rampung 100 persen, sementara empat unit lainnya masih dalam tahap konstruksi dengan kemajuan berkisar antara 60 hingga 90 persen. Pemerintah daerah Toraja Utara pun diminta mengawal secara optimal proses pembentukan KDKMP yang ditargetkan mencapai 151 unit.