Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penurunan jumlah pengungsi akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Per Minggu (30/8/2026), tercatat pengurangan pengungsi sebanyak 4.142 orang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa per 30 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, total masyarakat yang masih mengungsi mencapai 188.161 orang.
"Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 50.556 orang dan Kabupaten Nagekeo 50.574 orang." ujar Berton
Selain dua wilayah tersebut, sebaran pengungsi dalam jumlah besar juga masih ditemukan di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.
Advertisement
Data Korban dan Kerusakan Infrastruktur
Sejak gempa pertama mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026, BNPB mencatat total korban meninggal dunia telah mencapai 111 orang. Selain itu, terdapat 1.631 warga yang mengalami luka-luka, dengan rincian 223 orang menderita luka berat dan 1.408 orang mengalami luka ringan.
Dampak kerusakan pada sektor hunian juga tergolong cukup masif. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 95.567 unit rumah mengalami kerusakan, yang terdiri dari 46.161 rumah rusak ringan, 21.992 rumah rusak sedang, dan 27.414 rumah rusak berat.
"Ada kebutuhan mendesak penyediaan hunian sementara atau relokasi bagi 27.414 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat," papar Berton.
Advertisement
Aktivitas Gempa Susulan
Terkait aktivitas seismik, Berton menambahkan bahwa rangkaian gempa susulan di NTT mulai menunjukkan pola penurunan. Hingga 30 Agustus 2026, tercatat sebanyak 9.765 kejadian gempa susulan dengan magnitudo bervariasi, mulai dari yang terkecil 1,0 hingga yang terbesar mencapai 6,2.
Dari ribuan kejadian tersebut, sebanyak 155 gempa susulan dilaporkan dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Meskipun intensitasnya mulai menurun, pihak BNPB memperkirakan aktivitas gempa susulan masih dapat berlangsung selama 3–4 minggu sejak gempa utama terjadi.
"Rangkaian gempa susulan disebut mulai menunjukkan pola penurunan, meski diperkirakan masih dapat berlangsung sekitar 3–4 minggu sejak gempa utama," ucap Berton SP Panjaitan.