9 Cara Merawat Sukulen agar Tidak Busuk, Perhatikan Penyiraman hingga Drainase

Cara merawat sukulen agar tidak busuk, mulai dari pemilihan pot hingga teknik penyiraman agar tanaman hias ini tumbuh sehat dan awet.

Selma Intania Hafidha
Oleh Selma Intania Hafidha - Reporter
9 Cara Merawat Sukulen agar Tidak Busuk, Perhatikan Penyiraman hingga Drainase
Ilustrasi sukulen. (dok. Unsplash.com/@angelekamp)

Cara merawat sukulen agar tidak busuk penting diketahui karena tanaman ini menyimpan air di daun dan batangnya. Meski tahan kondisi kering, sukulen bisa membusuk jika terlalu sering disiram atau berada di tempat yang lembap.

Salah satu cara merawat sukulen agar tidak busuk adalah mengatur penyiraman dengan tepat. Pastikan media tanam sudah benar-benar kering sebelum kembali memberikan air agar tidak terjadi genangan di sekitar akar.

Selain air, cara merawat sukulen agar tidak busuk juga mencakup pencahayaan, sirkulasi udara, serta pemilihan pot dan media tanam yang sesuai. Kombinasi perawatan ini membantu menjaga akar tetap sehat.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara merawat sukulen agar tidak busuk, Kamis (10/9/2026).

1. Siram Hanya Saat Media Tanam Kering

Kebun Mini Kaktus dan Sukulen Gantung
Kebun Mini Kaktus dan Sukulen Gantung/Kebun Mini Teras Rumah dengan Pot Gantung Hemat (Sumber: gemini.com)

Sukulen menyimpan cadangan air di daun dan batang sehingga tidak membutuhkan penyiraman sesering tanaman lain. Terlalu banyak air dapat membuat media terus basah dan akar kekurangan udara, yang akhirnya memicu pembusukan. Sebelum menyiram kembali, cek kondisi tanah menggunakan jari dan pastikan bagian dalamnya sudah cukup kering. Frekuensi penyiraman juga bisa berubah mengikuti cuaca, kelembapan, serta lokasi tanaman.

2. Pastikan Pot Memiliki Lubang Drainase

Pot dengan drainase yang baik membantu membuang kelebihan air setelah penyiraman. Jika air tertahan di dalam wadah, akar sukulen akan terus berada dalam kondisi lembap dan lebih mudah rusak. Pilih pot dengan lubang di bagian bawah yang cukup untuk mengalirkan air, kemudian kosongkan tatakan jika masih ada air yang tertampung setelah menyiram.

3. Gunakan Moisture Meter Jika Diperlukan

Halaman Rumah
Batu Koral Putih dan Kaktus atau Sukulen. (Gambar: AI Generated)

Permukaan tanah yang terlihat kering belum tentu berarti seluruh media sudah kering. Bagian tengah atau dasar pot mungkin masih menyimpan cukup banyak air sehingga penyiraman berikutnya justru membuat kondisi terlalu basah. Moisture meter dapat membantu mengecek tingkat kelembapan media dengan lebih akurat, terutama pada pot yang cukup dalam.

4. Berikan Cahaya yang Cukup

Sukulen membutuhkan pencahayaan yang cukup agar dapat tumbuh sehat dan mempertahankan bentuknya. Tanaman ini umumnya memerlukan sekitar 4–6 jam cahaya setiap hari, tetapi paparan matahari yang terlalu terik juga dapat menyebabkan daun terbakar. Untuk sukulen indoor, letakkan pot di dekat jendela dengan cahaya terang. Jika sinar matahari terlalu kuat, gunakan tirai tipis sebagai penyaring.

5. Lindungi dari Hujan Berlebihan

Taman Sukulen Gantung: Minimalis dan Modern
Taman Sukulen Gantung: Minimalis dan Modern/Inspirasi Teras Sempit di Perkotaan dengan Konsep Hijau Vertikal (Sumber: gemini.com)

Sukulen yang diletakkan di luar rumah sebaiknya berada di tempat yang terlindung dari guyuran hujan secara langsung. Air hujan dalam jumlah banyak dapat membuat media terlalu basah, terutama jika beberapa hari berturut-turut turun hujan. Saat musim hujan, pindahkan pot ke area beratap yang tetap memiliki sirkulasi udara baik agar tanaman tidak terus-menerus berada dalam kondisi lembap.

6. Hindari Suhu yang Terlalu Ekstrem

Selain kelembapan, kondisi lingkungan yang terlalu ekstrem juga dapat memengaruhi kesehatan sukulen. Suhu yang sangat rendah dapat membuat akar lebih rentan mengalami kerusakan, terlebih jika media tanam dalam keadaan basah. Jika tanaman berada di luar ruangan, perhatikan perubahan cuaca dan berikan perlindungan ketika suhu mulai terlalu dingin atau kondisi lingkungan menjadi tidak ideal.

7. Beri Jarak Antar-Sukulen

Cara Merawat Sukulen
Cara Merawat Sukulen (Image by Pexels from Pixabay)

Menanam banyak sukulen dalam satu pot memang bisa membuat tampilannya lebih menarik, tetapi jarak yang terlalu rapat dapat menghambat sirkulasi udara. Kelembapan pun lebih mudah terperangkap di antara daun dan batang. Berikan ruang yang cukup agar udara dapat bergerak dengan baik sekaligus memudahkan saat memeriksa kondisi setiap tanaman.

8. Segera Buang Bagian yang Busuk

Periksa daun dan batang secara rutin, terutama jika terlihat berubah warna, terasa lembek, atau mulai menghitam. Bagian yang sudah membusuk sebaiknya segera dipotong atau dipisahkan menggunakan alat yang bersih. Jangan membiarkan bagian tersebut terlalu lama menempel pada tanaman karena kerusakan dapat meluas ke jaringan yang masih sehat.

9. Jaga Kebersihan Tanaman dan Lingkungan

Daun kering, bagian tanaman yang membusuk, dan kotoran di sekitar pot sebaiknya segera dibersihkan. Sisa tanaman yang lembap dapat menjadi tempat berkembangnya jamur maupun bakteri. Area yang bersih juga membuat tanda-tanda masalah lebih mudah terlihat, sehingga perawatan bisa segera dilakukan sebelum kondisi sukulen semakin parah.

Pertanyaan Seputar Cara Merawat Sukulen agar Tidak Busuk

Seberapa sering sukulen perlu disiram?

Sukulen tidak perlu disiram setiap hari. Siram ketika media tanam sudah benar-benar kering, karena terlalu banyak air dapat membuat akar lembap terus-menerus dan meningkatkan risiko busuk.

Mengapa sukulen bisa busuk meski permukaan tanah terlihat kering?

Bagian dalam pot mungkin masih menyimpan banyak air meski permukaannya sudah kering. Kondisi ini bisa diperiksa menggunakan moisture meter agar penyiraman tidak dilakukan terlalu cepat.

Apakah sukulen boleh terkena air hujan?

Boleh terkena hujan sesekali, tetapi sebaiknya tidak dibiarkan terus-menerus terkena guyuran. Kelebihan air yang tertahan di media dapat membuat akar lebih mudah membusuk.

Pot seperti apa yang cocok untuk sukulen?

Gunakan pot yang memiliki lubang drainase di bagian bawah agar kelebihan air dapat mengalir keluar. Media tanam juga sebaiknya memiliki drainase yang baik sehingga tidak mudah menahan air.

Apa tanda sukulen mulai mengalami pembusukan?

Sukulen yang membusuk biasanya menunjukkan perubahan seperti daun atau batang yang lembek, menghitam, berubah warna, atau mengeluarkan bagian yang rusak. Jika menemukan tanda tersebut, segera pisahkan bagian yang busuk agar tidak menyebar.

Rekomendasi