Cegah Peretasan, Peruri Andalkan AI dan Sistem Keamanan Khusus

Direktur Digital Business Peruri bongkar kunci sukses bangun pertahanan siber yang tangguh dan berkelanjutan

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Cegah Peretasan, Peruri Andalkan AI dan Sistem Keamanan Khusus
Gedung PERURI. (Sumber: PERURI)

Peruri terus mematangkan benteng keamanan siber perusahaan. Langkah ini dilakukan melalui pendekatan terpadu yang memadukan keandalan teknologi, tata kelola organisasi, hingga kesadaran seluruh insan perusahaan.

Direktur Digital Business Peruri, Edwin Purwandesi, menegaskan bahwa membangun kesadaran (awareness) pekerja terhadap ancaman siber harus berjalan selaras dengan penyediaan fasilitas pendukung yang mumpuni.

"Kalau kita berikan kesadaran tapi tidak kita sediakan alat dan platform, kesadarannya akan kehilangan makna. Mari kita teruskan kesadaran, namun juga kita siapkan kerangka krja dan platform yang sesuai dan mendukung kesadaran tersebut," ujar Edwin dikutip dari Antara, Rabu (16/9).

Edwin menjelaskan, Peruri menerapkan prinsip security by design atau penguatan keamanan sejak fase awal perancangan sistem. Strategi ini menjadi fondasi penting agar sistem memiliki lapisan perlindungan yang tangguh, bahkan saat tim di lapangan dihadapkan pada situasi darurat maupun potensi kekeliruan prosedur.

Di lingkup internal, Peruri memberlakukan aturan ketat bagi setiap pekerja digital maupun mitra yang membutuhkan akses ke sistem. Mereka diwajibkan mengikuti proses onboarding, menandatangani Pakta Integritas, serta melalui tahap analisis risiko. Pemberian hak akses pun dilakukan secara terbatas sesuai tingkatan risiko dan peran masing-masing.

Sebelum resmi dioperasikan, setiap sistem wajib melampaui serangkaian pengujian bertahap, mulai dari uji kualitas, uji fungsi, hingga uji keamanan (security test).

Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Deteksi Celah

Cegah Peretasan, Peruri Andalkan AI dan Sistem Keamanan Khusus
Cegah Peretasan, Peruri Andalkan AI dan Sistem Keamanan Khusus

Menjawab tingginya dinamika kerja digital, Peruri juga mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Large Risk Model (LRM). Pemanfaatan teknologi mutakhir ini difokuskan untuk memprediksi serta mendeteksi celah keamanan pada kode pemrograman secara presisi, sekaligus meminimalkan risiko akibat faktor kelalaian manusia (human error).

Bagi Edwin, penguatan sistem pertahanan siber tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus mengombinasikan pemahaman SDM, keandalan teknologi, dan tata kelola proses yang terintegrasi.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap teknologi, data, proses, dan sumber daya manusia dalam mendukung transformasi digital yang aman dan berkelanjutan, ujar dia.

Rekomendasi