Lebih dari separuh Gen Z dewasa berusia 18-29 tahun memakai uang investasi hari tua untuk taruhan olahraga dalam setahun terakhir, menurut survei Betterment. Temuan ini menyoroti pergeseran perilaku investasi di kelompok usia muda.
CEO Betterment Sarah Levy menilai fenomena tersebut perlu dicermati. Dilansir dari Yahoo! Finance, Rabu (19/8/2026), ia mengatakan:
"Saat pasar prediksi atau sportsbook mulai menjadi strategi hari tua, terdapat sebuah masalah," ujar CEO Betterment, Sarah Levy, dilansir dari Yahoo! Finance, Rabu (19/8/2026).
"Produk ini tidak dirancang untuk membantu mereka membangun kekayaan masa depan. Industri tersebut memiliki kewajiban untuk menjelaskan perbedaan berpartisipasi dalam sebuah tren dan membangun kekayaan yang bertahan lama," lanjutnya.
Advertisement
Separuh Gen Z Pakai Dana Pensiun untuk Taruhan
Survei Betterment mencatat 14% responden Gen Z melakukan penggunaan dana hari tua untuk taruhan olahraga beberapa kali dalam sebulan.
Sekitar 26% investor Gen Z menyebut taruhan olahraga sebagai bagian yang disengaja dan berkelanjutan dari strategi keuangan jangka panjang mereka. Sebagai perbandingan, hanya 14% milenial, 6% Gen X, dan 1% baby boomers yang berpandangan serupa.
Lebih dari 3 per 10 Gen Z dewasa menyatakan mereka sepenuhnya menghindari taruhan olahraga sebagai strategi investasi.
Advertisement
Ahli Minta Batas Jelas antara Tren dan Kekayaan Jangka Panjang
Di kalangan yang mencoba, sekitar seperempat Gen Z menyebut dana yang dipakai sebagai "uang hiburan". Betterment mengingatkan perlunya pagar agar keputusan keuangan jangka panjang tidak tergerus tren sesaat.
Wakil presiden bidang investasi berbasis perilaku Betterment, Dan Egan, menekankan pentingnya disiplin bagi investor muda.
"Investor muda membutuhkan batasan yang memisahkan minat sesaat dengan pembangunan kekayaan jangka panjang, memastikan mereka tidak tanpa sengaja mengorbankan masa depannya untuk kesenangan masa kini," kata wakil presiden bidang investasi berbasis perilaku Betterment, Dan Egan.
Advertisement
Rasa Tertinggal Finansial Dorong Gen Z ke Aset Berisiko
Ketertarikan pada taruhan olahraga juga muncul dalam laporan lain tahun ini. Gen Z dan milenial menjadi kontributor terbesar warga Amerika Serikat yang berinvestasi atau mempertimbangkan aset berisiko tinggi dan berfluktuasi—termasuk kripto, pasar prediksi, taruhan olahraga, opsi, dan saham meme—menurut studi Northwestern Mutual yang dipublikasi pada bulan Maret.
Dalam laporan tersebut, hampir sepertiga investor berusia 18-29 tahun menyatakan berinvestasi atau berencana berinvestasi di kripto, pasar prediksi, atau taruhan olahraga. Pola ini sejalan dengan milenial, namun jauh di atas boomers.
Dewasa awal saat ini menghadapi lapangan kerja yang lesu, harga tempat tinggal yang meroket, dan tekanan biaya pendidikan.
Secara keseluruhan, tiga perempat orang dewasa di AS yang tertarik pada aset berisiko tinggi menyebut alasannya karena merasa "tertinggal secara finansial". Hanya separuh yang mengatakan merasa aman secara finansial dan menilai diri mereka sebagai perencana keuangan yang disiplin.
Delapan dari 10 investor Gen Z menilai instrumen berisiko tinggi dapat memberikan hasil yang diinginkan lebih cepat dibanding metode tradisional. Di kalangan milenial yang merasa tertinggal, dua pertiganya juga berpandangan serupa.
"Waktu adalah aset paling berharga dalam keuangan, dan taruhan yang agresif bisa mengikis keuntungan lebih cepat dari waktu pemulihan yang dibutuhkan," ujar penasihat pengelolaan kekayaan di Northwestern Mutual, Ashley Russo.