Sebuah kafe di kawasan pelabuhan sebelah barat Kota Gaza terkena serangan dari udara pada Selasa. Sedikitnya tujuh warga Palestina dilaporkan tewas, termasuk seorang anak, sementara sejumlah korban lainnya mengalami luka berat. Pencarian dan evakuasi masih berlangsung di lokasi.
Menurut pejabat kesehatan Gaza yang dikutip dari Middle East Eye, Rabu (19/8/2026), sebagian besar korban luka, termasuk yang kritis, telah dievakuasi ke Rumah Sakit al-Shifa. Rumah sakit tersebut melaporkan menerima enam jenazah dan 13 orang luka; satu dari korban luka kemudian meninggal pada Selasa malam.
Pihak rumah sakit menyebut salah satu korban tampaknya terkena hantaman langsung rudal, dengan kondisi jasad rusak parah hingga tidak dapat diidentifikasi. Al Jazeera Arabic melaporkan dampak ledakan membuat sejumlah korban terlempar ke laut, sehingga jumlah korban sebenarnya berpotensi lebih tinggi dari angka awal.
Advertisement
Serangan di Kafe Sweet and Bitter, Korban Dilarikan ke Al-Shifa
Serangan terjadi di sebuah kafe bernama Sweet and Bitter yang berada di pelabuhan nelayan di sisi barat Kota Gaza. Di antara korban tewas terdapat seorang anak. Sejumlah korban luka dengan kondisi kritis dirawat di al-Shifa.
Seorang saksi mata, Mohammed Alghoul, mengatakan kepada AFP, “pesawat tempur Israel menembakkan dua rudal ke kafe ‘Sweet and Bitter’ di pelabuhan nelayan sebelah barat Kota Gaza.” Keterangan ini melengkapi laporan awal mengenai hantaman udara terhadap kafe tersebut.
Selain menerima enam jenazah dan 13 korban luka, al-Shifa melaporkan satu korban luka meninggal beberapa jam setelah tiba. Menurut rumah sakit, ada korban yang diduga terkena hantaman langsung rudal sehingga tidak bisa dikenali. Laporan Al Jazeera Arabic menyebut sebagian korban terlempar ke laut, dan tim masih melakukan pencarian.
Advertisement
Klaim Militer Israel soal Target di Shati
Dalam pernyataan via Telegram, militer Israel menyebut melakukan “serangan udara presisi” terhadap “sejumlah komandan Hamas” di kawasan Shati, wilayah pesisir di sebelah barat Kota Gaza. Mereka mengeklaim kelompok yang disasar tengah merencanakan serangan terhadap pasukan Israel di Jalur Gaza.
Militer Israel menyatakan serangan dilakukan untuk “menghilangkan ancaman terhadap pasukan”. Disebutkan pula bahwa langkah-langkah telah diambil untuk mengurangi dampak terhadap warga sipil.
Kendati demikian, militer Israel tidak mengomentari laporan adanya anak yang tewas dalam serangan tersebut dan tidak memberikan bukti pendukung atas tuduhan terhadap orang-orang yang menjadi sasaran.
Advertisement
Respons Hamas dan Konteks Upaya Gencatan Senjata
Hamas menyebut serangan ke kafe di pelabuhan itu sebagai “pembantaian”. Dalam pernyataannya, Hamas mengatakan aksi tersebut menunjukkan “ketidakpedulian” Israel terhadap seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mempertahankan kesepakatan “gencatan senjata”.
Hamas mendesak para mediator agar menekan Israel “berkomitmen terhadap kesepakatan gencatan senjata” dan peta jalan perdamaian yang telah disepakati. Pernyataan ini muncul sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujui tahap berikutnya dari rencana “Board of Peace” yang dipimpin Amerika Serikat untuk Gaza.
Netanyahu menyebut pembicaraan dengan delegasi yang dipimpin utusan khusus AS Jared Kushner sebagai diskusi “mendalam dan konstruktif”. Rencana tersebut mencakup tuntutan agar Hamas sepenuhnya melucuti senjata sebagai imbalan penarikan pasukan Israel. Sebelumnya, Israel menolak rencana 15 poin yang diajukan Trump, setelah Hamas menyetujui untuk melucuti senjata dan menyerahkan kendali Jalur Gaza kepada sebuah badan teknokratis.
Advertisement
Korban Perang di Gaza Sejak 2023
Hingga Senin, total korban tewas di Gaza mencapai sedikitnya 73.399 orang dan 174.310 lainnya luka-luka sejak perang Israel di Gaza meletus pada Oktober 2023, menurut sumber-sumber medis setempat.
Dari jumlah tersebut, sedikitnya 1.265 orang dilaporkan tewas sejak kesepakatan “gencatan senjata” Israel–Hamas ditandatangani pada Oktober 2025.