Hampir 1.900 pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Kamis. Aksi itu disertai ritual dan doa Talmud, termasuk sujud massal, bernyanyi, dan menari, yang disebut melanggar status quo pengelolaan situs suci tersebut.
Dikutip dari Anadolu, Jumat (2/10/2026), Departemen Wakaf Islam Yerusalem mencatat total 1.895 pemukim Israel menyerbu Al-Aqsa. Sebanyak 1.195 orang masuk pada pagi hari, disusul 700 orang setelah salat Zuhur.
Status quo yang telah berlaku sejak sebelum 1967 menempatkan Departemen Wakaf Islam Yerusalem—berafiliasi dengan Kementerian Wakaf Yordania—sebagai pengelola eksklusif seluruh kawasan Masjid Al-Aqsa seluas 144 dunam atau 35,6 acre sebagai tempat ibadah umat Islam.
Mesir mengecam penyerbuan dan praktik keagamaan provokatif di dalam kompleks masjid tersebut. Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan,
"Mesir menegaskan perlunya mempertahankan status quo historis dan hukum di tempat-tempat suci Yerusalem," kata Kementerian Luar Negeri Mesir.
Kementerian itu menambahkan bahwa pengaturan yang berlaku saat ini merupakan "pilar mendasar untuk menghindari meningkatnya ketegangan". Kairo juga memperingatkan pelanggaran berulang dapat memicu eskalasi dan mengancam keamanan serta stabilitas di wilayah Palestina yang diduduki maupun kawasan lebih luas.
Kelompok sayap kanan ekstrem Israel sebelumnya menyerukan penyerbuan massal ke Al-Aqsa selama perayaan Sukkot, yang dimulai pada Sabtu dan berlanjut hingga Jumat. Menurut Departemen Wakaf, lebih dari 1.500 pemukim memasuki masjid pada Minggu, 1.700 pada Senin, lebih dari 1.400 pada Selasa, dan lebih dari 2.400 pada Rabu.
Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam. Umat Yahudi menyebut kawasan itu sebagai Bukit Bait Suci dan mengklaim lokasi tersebut sebagai tempat berdirinya dua kuil Yahudi pada zaman kuno.
Advertisement
Ratusan Pemukim Israel di Makam Yusuf, Pengamanan Diperketat
Pada Kamis dini hari, ratusan pemukim Israel juga menerobos masuk ke Makam Yusuf di bagian timur Nablus, Tepi Barat, dengan pengawalan ketat militer Israel. Di lokasi itu mereka melakukan ritual Talmud, menurut sumber-sumber resmi Palestina.
Kantor berita resmi Palestina, Wafa, melaporkan kendaraan militer Israel memasuki wilayah timur Nablus dan memaksa warga di sekitar situs untuk mengungsi dari rumah mereka. Sejumlah rumah dialihfungsikan menjadi barak militer dan penembak jitu ditempatkan di atap-atap bangunan, menurut sumber yang dikutip Wafa.
Bus-bus yang mengangkut ratusan pemukim kemudian masuk ke bagian timur kota menuju Makam Yusuf. Setibanya di sana, mereka menjalankan ritual Talmud, sebagaimana dilaporkan Wafa.
Penyerbuan ke Masjid Al-Aqsa dilaporkan semakin intensif seiring periode hari raya Yahudi, diiringi pengamanan ketat polisi Israel dan pengetatan langkah-langkah keamanan di seluruh Yerusalem.
Periode hari raya tersebut dimulai dengan Rosh Hashanah pada 12–13 September, Yom Kippur pada 21–22 September, Sukkot pada 26 September hingga 2 Oktober, dan dilanjutkan Simchat Torah pada 3 Oktober.
Makam Yusuf berada di tepi timur Nablus—wilayah di bawah kendali Palestina—dan termasuk salah satu titik paling rawan ketegangan di Tepi Barat.
Sejak Israel menduduki Tepi Barat pada 1967, sebagian umat Yahudi menganggap situs itu suci dan meyakini jasad Nabi Yusuf, putra Yakub, dimakamkan di sana. Namun para arkeolog membantah klaim tersebut, menyatakan situs itu baru berusia beberapa abad dan kemungkinan merupakan makam seorang syekh Muslim bernama Yusuf Dweikat.
Warga Palestina menyatakan Israel selama beberapa dekade meningkatkan langkah-langkah Yudaisasi di Yerusalem Timur yang diduduki, termasuk di Masjid Al-Aqsa, serta upaya menghapus identitas Arab dan Islam di kota tersebut.