Tepi Barat
Berita Utama
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Nadiem Makarim: Terima Kasih Para Pengemudi Ojol, Salam Satu Aspal
-
Sosok Andi Saputra, Hakim Beda Pendapat Dalam Sidang Vonis Nadiem Makarim
-
Perjalanan Kasus Nadiem Makarim hingga Divonis 10 Tahun Kasus Korupsi Chromebook
-
Hakim Vonis Nadiem 10 Tahun dan Ganti Rugi Rp 1 Miliar Kasus Korupsi Chromebook
-
Disoraki Pendukung Nadiem, Jaksa: Kami Tak Pernah Kriminalisasi Anak Bangsa
Berita Utama Lainnya
-
berita update VIDEO Ribuan Pemukim Yahudi Israel Serbu Al-Aqsa, Menari dan Bernyanyi di Halaman Masjid
-
berita update Momen Diplomat 24 Negara Kabur Terbirit-birit Ditembaki Tentara Israel, Hamas Langsung Bereaksi
-
berita update Negara Ini Jatuhkan Sanksi ke Sejumlah Pemukim Israel Karena Serang Warga Palestina di Tepi Barat
-
berita update Kabinet Israel Sepakati Pencaplokan Wilayah Tepi Barat, 60 Persen Lahan Dicuri untuk Pemukim Yahudi
-
-
berita update Menteri Israel: Dalam 6 Bulan Gaza akan Dihancurkan dan Warga Palestina Dipaksa Pindah ke Negara Ketiga
-
berita update Pemukim Israel Culik Dua Anak Palestina Lalu Diikat ke Pohon Hingga Pingsan, Salah Satunya Umur 3 Tahun
-
-
berita update Sebelum Dibebaskan, Pasukan Israel Menggunduli Kepala Pria Palestina Ini dan Membuat Tanda Bintang Daud
-
berita update Film Perjuangan Rakyat Palestina 'No Other Land' Menang Oscar, Begini Kondisi Sang Sutradara Usai Diserang & Ditangkap Israel
Zakaria Zubaidi menjadi salah satu tahanan Palestina yang kemarin akhirnya dibebaskan oleh Israel.
Meskipun gencatan senjata sedang berlangsung di Jalur Gaza, Israel tetap melanjutkan serangan terhadap warga Palestina.
Kekejaman Israel berlanjut di Tepi Barat setelah gencatan senjata di Gaza.
Israel tetap menyerang Palestina saat gencatan senjata.
Setelah angkat kaki dari Jalur Gaza, kekejaman Israel kini beralih ke Tepi Barat.
Militer Israel menyebut operasi mematikan sebagai "Tembok Besi".
Anggota gerakan pemukim Israel dan para pemimpin mereka menolak perjanjian gencatan senjata dan mereka tetap memilih perang berlanjut.
Permintaan tersebut diajukan pada pertengahan Desember dalam pertemuan dengan pejabat keamanan AS.
Penemuan ini terjadi saat arkeolog dari Universitas Haifa menggali di Lembah Yordan,
Tentara Israel kerap latihan menembak dan meninggalkan ranjau di tanah Palestina.