Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menawarkan 41 aset potensial milik 13 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kepada investor nasional dan global melalui Jakarta Asset Forum and Expo (JAFEX) 2026. Total rencana investasi dari pemanfaatan aset tersebut diperkirakan mencapai Rp 13,1 triliun.
Keterangan itu disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta Faisal Syafruddin dalam acara JAFEX 2026 di St. Regis, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
Penawaran ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI mengoptimalkan aset daerah sebagai instrumen pembangunan sekaligus penggerak ekonomi.
Advertisement
41 Aset Ditawarkan Melalui JAFEX 2026
Faisal menyebut daftar aset yang dibuka untuk kerja sama berasal dari 13 SKPD dan telah dikurasi sebagai aset potensial.
“Total aset potensial yang ditawarkan dalam forum Jakarta Asset ini adalah sebesar 41 aset dari 13 SKPD yang ada di Provinsi DKI Jakarta dengan rencana investasi kurang lebih Rp 13,1 triliun,” kata Kepala BPAD DKI Jakarta Faisal Syafruddin.
Ia menambahkan paradigma pengelolaan aset berubah dari sekadar pencatatan dan pemanfaatan menjadi instrumen pembangunan yang memberi nilai tambah.
“Aset tidak lagi cukup dipandang sebagai sebuah kekayaan yang hanya dicatat, dimanfaatkan, diamankan, tetapi aset harus menjadi salah satu instrumen pembangunan, penggerak ekonomi, pembentuk kawasan serta katalisator investasi dan kolaborasi,” ujarnya.
Melalui JAFEX 2026, Pemprov DKI mempertemukan potensi aset dengan gagasan investasi, teknologi, pengalaman, dan jaringan yang dimiliki dunia usaha serta mitra strategis.
Advertisement
Forum Kolaborasi DKI, 400 Undangan dan Instruksi Gubernur
JAFEX 2026 diikuti sekitar 400 undangan yang berasal dari perwakilan negara sahabat, SKPD DKI Jakarta, BUMN, BUMD, serta investor swasta nasional dan global.
Pelaksanaan forum ini didasarkan pada Instruksi Gubernur Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Jakarta Asset Forum and Expo 2026.
Faisal menyebut forum tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI membuka peluang kerja sama dengan investor nasional maupun global.
“Kami ingin mengirimkan satu pesan yang jelas: Jakarta is open for collaboration. Jakarta terbuka terhadap ide baru, investasi yang berkualitas, kemitraan jangka panjang dan modal pengembangan untuk pembangunan,” katanya.
Advertisement
Arah Pemanfaatan Aset Untuk Dukung Kota Global
Optimalisasi aset daerah diarahkan untuk memperkuat perjalanan Jakarta menjadi kota global yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
Ia menegaskan pemanfaatan aset ditujukan untuk membuka peluang investasi dan kolaborasi lintas pihak, sejalan dengan agenda pembangunan DKI Jakarta.
“Jakarta sedang berada pada fase penting dalam perjalanan menuju kota global yang semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Faisal.