Gorden bukan hanya berfungsi sebagai penutup jendela, tetapi juga menjadi salah satu elemen yang dapat memengaruhi tampilan ruangan. Karena ukurannya cukup besar dan biasanya terbuat dari kain dengan karakter berbeda-beda, gorden membutuhkan cara perawatan yang tepat. Salah mencuci atau mengeringkannya dapat membuat kain mudah kusut, bentuknya berubah, bahkan membuat lipatan yang sebelumnya terlihat rapi menjadi berantakan. Kondisi ini tentu bisa membuat gorden tidak lagi terlihat cantik ketika dipasang kembali.
Mencuci gorden sebenarnya tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang rumit. Hal terpenting adalah memperhatikan jenis bahan, memilih metode pencucian yang sesuai, menggunakan deterjen secukupnya, serta tidak sembarangan saat memeras dan mengeringkannya. Penanganan setelah pencucian juga tidak kalah penting karena cara menjemur, melipat, atau langsung memasang gorden kembali dapat memengaruhi munculnya kusut pada kain.
Jika ingin gorden tetap terlihat rapi dan lipatannya cantik setelah dicuci, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan di rumah. Dengan perawatan yang tepat, gorden dapat kembali bersih tanpa harus melewati proses menyetrika yang terlalu lama. Lantas bagaimana saja cara mencuci gorden agar tidak mudah kusut dan lipatannya tetap cantik? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (19/8/2026), simak ulasan informasi Merdeka.com berikut ini.
Advertisement
1. Periksa Label Perawatan Sebelum Mencuci
Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah memeriksa label perawatan yang biasanya terdapat pada bagian belakang atau sisi gorden. Setiap bahan memiliki karakteristik berbeda sehingga tidak semuanya dapat dicuci dengan cara yang sama. Ada gorden yang aman dicuci menggunakan mesin, tetapi ada pula yang lebih baik dicuci dengan tangan atau bahkan harus melalui proses dry clean. Petunjuk pada label dapat membantu menentukan suhu air, jenis pencucian, penggunaan deterjen, hingga cara pengeringan yang tepat.
Memeriksa label juga penting untuk mencegah perubahan bentuk kain setelah dicuci. Beberapa bahan dapat menyusut jika terkena air panas, sedangkan material tertentu mungkin menjadi lebih mudah kusut jika dicuci dengan siklus mesin yang terlalu kuat. Jangan hanya berpatokan pada tampilan atau ketebalan kain karena dua gorden yang terlihat serupa belum tentu memiliki kebutuhan perawatan yang sama. Jika label mencantumkan simbol perawatan yang kurang dipahami, sebaiknya cari tahu arti simbol tersebut sebelum mulai mencuci.
Selain membaca petunjuk pencucian, perhatikan pula apakah gorden memiliki aksesori tambahan seperti ring, kait, pemberat, atau bagian dekoratif. Lepaskan komponen yang memang dapat dilepas agar tidak merusak kain selama proses pencucian. Jika ada bagian yang tidak dapat dilepas, pastikan tidak ada sisi tajam yang berpotensi tersangkut pada kain. Persiapan sejak awal dapat membantu mempertahankan bentuk gorden sekaligus mengurangi risiko kusut atau kerusakan.
Advertisement
2. Bersihkan Debu dan Kotoran Sebelum Gorden Dicuci
Sebelum memasukkan gorden ke mesin cuci atau merendamnya, sebaiknya hilangkan debu dan kotoran yang menempel terlebih dahulu. Gorden yang dipasang dalam waktu lama biasanya mengumpulkan debu, rambut, bulu hewan, atau partikel kecil dari udara. Jika langsung dicuci tanpa menghilangkan kotoran tersebut, debu dapat bercampur dengan air dan deterjen sehingga lebih sulit dibersihkan. Membersihkan debu terlebih dahulu juga membuat proses pencucian menjadi lebih efektif.
Gorden dapat dikibaskan secara perlahan di luar ruangan atau dibersihkan menggunakan penyedot debu dengan kepala sikat yang lembut. Lakukan secara hati-hati, terutama pada kain yang tipis atau memiliki detail dekoratif. Hindari mengibaskan gorden terlalu keras karena dapat membuat bagian jahitan atau aksesori tertarik. Jika terdapat noda tertentu, periksa bagian tersebut sebelum pencucian sehingga Anda dapat menentukan apakah membutuhkan penanganan khusus.
Setelah debu dan kotoran permukaan berkurang, periksa seluruh bagian gorden untuk menemukan noda, benang yang terlepas, atau bagian kain yang rusak. Noda yang sudah lama menempel mungkin memerlukan perlakuan awal sesuai jenis bahannya. Jangan langsung menggosok noda dengan kuat karena dapat merusak serat kain atau membuat area tersebut tampak berbeda dari bagian lainnya. Dengan melakukan pemeriksaan sebelum mencuci, Anda dapat menghindari perlakuan yang tidak diperlukan selama proses pencucian.
Advertisement
3. Gunakan Deterjen Secukupnya dan Air dengan Suhu yang Sesuai
Penggunaan deterjen yang terlalu banyak tidak otomatis membuat gorden menjadi lebih bersih. Sisa deterjen yang tidak terbilas dengan baik justru dapat tertinggal di antara serat kain dan membuat teksturnya terasa kurang nyaman. Karena itu, gunakan deterjen secukupnya sesuai petunjuk produk dan sesuaikan dengan jumlah serta tingkat kotoran gorden. Untuk kain tertentu, deterjen yang terlalu keras juga dapat memengaruhi warna atau karakter bahan.
Suhu air juga perlu diperhatikan karena tidak semua gorden cocok dicuci menggunakan air panas. Jika label perawatan tidak secara khusus memperbolehkan air panas, air dengan suhu normal atau dingin umumnya menjadi pilihan yang lebih aman. Air yang terlalu panas dapat membuat beberapa jenis kain menyusut atau berubah bentuk. Jika menggunakan mesin cuci, pilih program pencucian yang sesuai dengan jenis kain dan hindari siklus yang terlalu agresif.
Pemilihan deterjen sebaiknya juga disesuaikan dengan kondisi gorden. Untuk bahan yang lembut atau berwarna, produk deterjen yang lebih ringan dapat menjadi pilihan jika sesuai dengan petunjuk perawatan. Hindari mencampurkan terlalu banyak bahan pembersih hanya untuk mendapatkan hasil yang lebih putih atau wangi. Perawatan yang lembut justru lebih membantu mempertahankan serat, warna, dan bentuk gorden dalam jangka panjang sehingga lipatannya tetap terlihat baik setelah dipasang.
Advertisement
4. Pilih Siklus Cuci yang Lembut agar Kain Tidak Mudah Kusut
Jika gorden dapat dicuci menggunakan mesin, pilih siklus pencucian yang lembut atau sesuai dengan petunjuk pada label. Putaran mesin yang terlalu kuat dapat membuat kain terpelintir dan saling bertumpuk, sehingga setelah selesai dicuci gorden menjadi sangat kusut. Siklus yang lebih lembut membantu mengurangi gesekan dan gerakan berlebihan pada kain. Pastikan pula mesin cuci tidak diisi terlalu penuh agar gorden memiliki ruang untuk bergerak selama proses pencucian.
Untuk gorden berukuran besar, mencuci terlalu banyak kain sekaligus juga dapat mengurangi efektivitas pencucian. Kain yang menumpuk akan membuat air dan deterjen lebih sulit menjangkau seluruh bagian. Jika kapasitas mesin tidak mencukupi, lebih baik mencuci gorden secara bertahap daripada memaksakan semuanya masuk sekaligus. Cara ini tidak hanya membantu menjaga bentuk kain, tetapi juga dapat membuat proses pembilasan menjadi lebih optimal.
Jika gorden dicuci dengan tangan, hindari mengucek atau memelintir kain secara agresif. Rendam dan gerakkan kain dengan lembut, kemudian bilas sampai sisa deterjen benar-benar hilang. Proses memeras dengan cara dipelintir kuat dapat meninggalkan banyak kerutan dan berpotensi mengubah bentuk kain. Semakin lembut perlakuan terhadap gorden selama pencucian, semakin kecil kemungkinan kain mengalami kusut berlebihan setelah kering.
Advertisement
5. Jangan Memeras Gorden Terlalu Kuat
Setelah proses pencucian selesai, bagian yang sering membuat gorden semakin kusut adalah tahap memeras. Memelintir gorden dengan tenaga besar mungkin terasa sebagai cara cepat untuk mengurangi air, tetapi cara tersebut dapat menciptakan banyak lipatan acak pada kain. Pada material tertentu, tekanan dan puntiran yang berulang juga dapat membuat serat kain kehilangan bentuk aslinya. Karena itu, hindari memeras gorden seperti ketika menangani pakaian berbahan tebal.
Jika menggunakan mesin cuci, pilih kecepatan putaran yang rendah apabila sesuai dengan petunjuk perawatan bahan. Tujuannya bukan membuat gorden benar-benar kering di dalam mesin, melainkan mengurangi air berlebih tanpa memberikan tekanan mekanis yang terlalu kuat. Setelah siklus selesai, segera keluarkan gorden dari mesin dan jangan membiarkannya menumpuk dalam kondisi lembap. Semakin lama kain basah dibiarkan dalam keadaan kusut, semakin sulit kerutan tersebut dirapikan.
Untuk pencucian dengan tangan, Anda dapat menekan kain secara perlahan untuk mengeluarkan sebagian air tanpa memelintirnya. Gorden juga dapat diletakkan pada permukaan yang bersih dan menyerap air jika materialnya memungkinkan. Intinya, kurangi air berlebih dengan cara yang lembut. Langkah ini sangat berpengaruh terhadap bentuk kain karena kerutan yang terbentuk saat masih basah dapat semakin menetap ketika gorden mulai mengering.
Advertisement
6. Jemur Gorden dengan Posisi yang Tepat dan Jangan Dibiarkan Menumpuk
Cara mengeringkan gorden sama pentingnya dengan cara mencucinya. Setelah dicuci, jangan membiarkan gorden tergeletak atau menumpuk dalam kondisi basah karena berat air dapat membuat kain membentuk lipatan tidak beraturan. Segera bentangkan atau gantung gorden sesuai dengan karakter bahan dan petunjuk perawatannya. Saat masih lembap, rapikan permukaan kain dengan tangan secara perlahan agar kerutan ringan dapat berkurang secara alami.
Tempat pengeringan juga perlu diperhatikan. Hindari menjemur gorden di bawah paparan sinar matahari yang sangat terik dalam waktu lama jika label perawatan tidak menyarankannya. Beberapa jenis kain dapat mengalami perubahan warna atau menjadi lebih cepat rusak jika terlalu sering terkena panas dan cahaya matahari langsung. Area yang memiliki sirkulasi udara baik dapat membantu gorden mengering secara merata tanpa harus menggunakan panas berlebihan.
Jika memungkinkan, posisi gorden dapat diatur menyerupai bentuk ketika akan dipasang kembali. Rapikan lipatan atau bagian yang menggantung sebelum kain benar-benar kering. Pada gorden yang memiliki model lipit, Anda dapat mengikuti pola lipit yang sudah ada dengan tangan secara perlahan. Cara ini membantu mempertahankan bentuk lipatan sehingga ketika gorden dipasang kembali, tampilannya tidak terlalu berantakan dan kebutuhan menyetrika dapat berkurang.
Advertisement
7. Pasang Kembali Saat Gorden Masih Sedikit Lembap
Salah satu cara yang dapat dicoba untuk mempertahankan bentuk gorden adalah memasangnya kembali ketika kain sudah tidak terlalu basah tetapi masih sedikit lembap, selama metode tersebut sesuai dengan bahan dan petunjuk perawatannya. Berat kain dan posisi menggantung dapat membantu beberapa kerutan ringan menjadi lebih rata secara alami. Setelah dipasang, rapikan lipatan dengan tangan agar kembali mengikuti bentuk jalur atau pola lipit yang dimiliki gorden.
Namun, jangan memasang gorden ketika kondisinya masih terlalu basah. Kain yang terlalu berat karena air dapat memberikan beban tambahan pada batang, rel, kait, atau bagian pemasangan lainnya. Kelembapan yang terlalu tinggi juga dapat membuat ruangan menjadi lembap dan memperpanjang waktu pengeringan. Pastikan gorden sudah cukup ringan dan area ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik agar proses pengeringan tetap optimal.
Setelah gorden benar-benar kering, periksa kembali apakah masih terdapat kerutan yang mengganggu. Jika ada, gunakan metode perapian yang sesuai dengan bahan, misalnya menyetrika pada suhu yang direkomendasikan atau menggunakan steamer jika diperbolehkan. Jangan memberikan panas tinggi secara langsung tanpa memeriksa petunjuk perawatan karena setiap kain memiliki toleransi berbeda. Dengan mencuci secara lembut, tidak memelintir kain, mengeringkan dengan posisi yang tepat, dan merapikan lipatan sejak awal, gorden dapat tetap bersih sekaligus terlihat cantik setelah dicuci.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Mencuci Gorden agar Tidak Mudah Kusut dan Lipatannya Tetap Cantik
1. Apakah semua gorden boleh dicuci menggunakan mesin cuci?
Tidak semua gorden cocok dicuci dengan mesin. Periksa label perawatan terlebih dahulu karena beberapa bahan mungkin membutuhkan pencucian tangan atau dry clean. Jika gorden dapat dicuci menggunakan mesin, pilih siklus lembut dan hindari putaran yang terlalu kuat.
2. Mengapa gorden menjadi sangat kusut setelah dicuci?
Gorden dapat menjadi kusut karena dicuci dengan siklus yang terlalu kuat, diperas atau dipelintir secara berlebihan, dibiarkan menumpuk dalam kondisi basah, atau dikeringkan tanpa dirapikan. Penanganan kain sejak sebelum mencuci hingga proses pengeringan berpengaruh terhadap kondisi akhirnya.
3. Apakah gorden harus dibersihkan dari debu sebelum dicuci?
Sebaiknya iya. Debu, rambut, bulu hewan, dan kotoran permukaan dapat dibersihkan terlebih dahulu agar tidak bercampur dengan air dan deterjen saat proses pencucian. Gorden bisa dikibaskan perlahan atau dibersihkan dengan penyedot debu menggunakan kepala sikat yang lembut.
4. Deterjen apa yang sebaiknya digunakan untuk mencuci gorden?
Gunakan deterjen yang sesuai dengan jenis dan warna kain serta mengikuti petunjuk perawatan gorden. Tidak perlu menggunakan deterjen dalam jumlah berlebihan karena residunya dapat sulit dibilas dan tertinggal pada serat kain.
5. Apakah gorden boleh diperas setelah dicuci?
Gorden sebaiknya tidak dipelintir atau diperas dengan tenaga besar karena dapat membuat kain semakin kusut dan berpotensi mengubah bentuknya. Jika menggunakan mesin cuci, pilih kecepatan putaran yang sesuai dengan petunjuk bahan. Untuk pencucian tangan, tekan kain secara perlahan untuk mengurangi air.