Seorang siswa SMA di Palembang ditangkap polisi usai aksi pamer senjata api rakitan saat konvoi. Pelaku mengaku membeli pistol rakitan itu di markerplace Facebook dari uang tabungannya.
Tertangkapnya pelaku dari hasil penyelidikan polisi terhadap video aksi konvoi kalangan pemuda menggunakan sepeda motor beberapa hari lalu. Dalam video viral itu tersorot pelaku memamerkan senjata ilegal tersebut.
"Kami identifikasi pelaku dan kemudian kami tangkap di kontrakannya di Silaberanti Palembang," kata Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana, Rabu (19/8).
Advertisement
Barang Bukti Disita Polisi
Dalam penangkapan, ditemukan sepucuk pistol rakitan dan sebutir amunisi. Senjata itu dibeli pelaku di Facebook dari uang tabungannya sendiri.
"Katanya sengaja menabung cukup lama biar bisa beli senpi rakitan," kata Musa.
Advertisement
Alasan Pelaku Pamer Pistol
Pelaku berdalih memiliki senpi rakitan bukan untuk aksi kriminal. Dia hanya ingin terlihat gagah dan disegani teman-temannya.
"Katanya cuma gaya-gayaan dan gagah-gagahan saja. Tapi perlu didalami lagi," kata Musa.
Musa menegaskan kepemilikan senpi ilegal menjadi perhatian, termasuk kalangan pelajar. Sebab, aksi tawuran antar kelompok siswa kerap terjadi dan menimbulkan korban, baik luka maupun meninggal dunia.
"Tawuran ini yang meresahkan masyarakat, kita cegah sedini mungkin," kata Musa.
Advertisement
Viral di Media Sosial
Diketahui, video konvoi tersebut pertama kali diunggah akun Instagram @gama.allbase76. Dalam keterangannya, akun tersebut mengaku tidak mengetahui adanya anggota rombongan yang membawa senpira.
"Kami tidak tahu jika salah satu dari kami membawa senpi rakitan dan kami tegaskan tujuan kami bukan untuk sweeping," tulis akun tersebut.
Akun tersebut juga menegaskan bahwa apabila ada anggota kelompok yang terbukti membawa, memiliki, atau menggunakan senpira, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Kami tegaskan sekali lagi, jika memang salah satu dari kami membawa, mempunyai dan menggunakan senpi rakitan, hukum sesuai hukum yang berlaku, karena kami di sini tidak ada tujuan untuk melakukan sweeping," tulisnya.