Pendaki Jatuh Gunung Slamet Saat Swafoto, SAR Ungkap Proses Evakuasi

Seorang pendaki 16 tahun tewas setelah terjatuh di kawah Gunung Slamet. Tim SAR memulai evakuasi pada sore hari dan menurunkan jenazah lewat Basecamp Permadi.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta - Reporter
Pendaki Jatuh Gunung Slamet Saat Swafoto, SAR Ungkap Proses Evakuasi
Evakuasi pendaki meninggal di Slamet. (Antara)

M Fahri Maulana (16), pendaki asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tewas setelah terjatuh di sekitar kawah Gunung Slamet pada Selasa (18/8/2026) pagi. Peristiwa itu terjadi saat korban swafoto di bibir kawah. Kasus pendaki jatuh Gunung Slamet ini ditangani tim SAR gabungan.

Korban diketahui naik ke puncak Gunung Slamet pada Senin (17/8/2026) bersama dua rekannya. Insiden terjadi keesokan harinya saat berada di area kawah gunung.

Tim SAR gabungan melakukan operasi evakuasi dan berhasil menurunkan jenazah ke basecamp pada Rabu (19/8/2026) dini hari. Setelah itu, jenazah dibawa untuk pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada keluarga.

Detik-Detik Pendaki Jatuh Gunung Slamet di Bibir Kawah

Menurut informasi yang dihimpun dari petugas penyelamat, Fahri terjatuh pada Selasa (18/8/2026) pagi saat berada di bibir kawah Gunung Slamet. Ia saat itu tengah swafoto di lokasi tersebut.

Sehari sebelumnya, korban naik ke puncak bersama dua rekannya pada Senin (17/8/2026). Keberadaan mereka di puncak berlanjut hingga hari berikutnya saat insiden terjadi di sekitar kawah.

Korban kemudian ditemukan di dasar kawah. Otoritas setempat mengoordinasikan upaya penyelamatan dengan mengerahkan tim gabungan ke lokasi kejadian.

Evakuasi SAR: Turun Via Basecamp Permadi, Tiba 02.15 WIB

Kepala Kantor SAR Semarang Budiono menyatakan operasi evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan sejak Selasa (18/8/2026) petang, setelah kejadian pada pagi hari. Ia menjelaskan, tim yang diterjunkan ke lokasi membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengangkat tubuh korban dari dasar kawah.

"Jenazah almarhum selanjutnya dibawa turun melalui basecamp Permadi di Guci, Kabupaten Tegal," kata Budiono.

Jenazah tiba di basecamp pada Rabu (19/8/2026) pukul 02.15 WIB. Setelah itu, jenazah dibawa ke Puskesmas Bumijawa untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga. "Tidak ada kendala dalam proses evakuasi, cuaca cerah," lanjutnya.

Rekomendasi