Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Akibat Kebakaran Hutan

Seluruh aktivitas pendakian dihentikan hingga waktu belum ditentukan sebagai langkah pengamanan sekaligus mendukung proses penanganan kebakaran.

Erwin yohanes
Oleh Erwin yohanes - Reporter
Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Akibat Kebakaran Hutan
Gunung Arjuno Welirang (foto: tahurarsoerjo.dishut.jatimprov.go.id)

Jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo resmi ditutup sementara mulai Rabu (19/8). Penutupan dilakukan menyusul terjadinya kebakaran hutan melanda kawasan tersebut pada Selasa (18/8).

Kebijakan penutupan dituangkan dalam Surat Pengumuman UPT Tahura Raden Soerjo Nomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026. Seluruh aktivitas pendakian dihentikan hingga waktu belum ditentukan sebagai langkah pengamanan sekaligus mendukung proses penanganan kebakaran.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi belum memberikan penjelasan rinci mengenai luas area terdampak maupun estimasi waktu pembukaan kembali jalur pendakian. Saat dikonfirmasi, dia mengaku sedang berada di Pos Sumber Brantas untuk mengoordinasikan upaya penanganan di lapangan.

"Saya sedang berada di Pos Sumber Brantas dan sedang memberangkatkan tim untuk naik ke Lembah Lengkehan," ujar Jumadi.

Tim diterjunkan bertugas melakukan pemantauan, pemetaan, sekaligus penanganan awal terhadap titik-titik kebakaran di kawasan Gunung Arjuno guna mencegah api meluas ke area hutan lainnya.

 

Daftar Penutupan Pendakian Gunung di Jatim

Penutupan jalur pendakian ini menambah daftar kawasan pegunungan di Jawa Timur yang terdampak kebakaran hutan selama musim kemarau. Sebelumnya, kebakaran besar juga melanda kawasan wisata Gunung Bromo dengan total lahan terbakar mencapai sekitar 1.120 hektare.

Meski Posko Operasi Penanganan Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan di kawasan Bromo telah ditutup sejak Selasa (18/8/2026), upaya pembasahan dan pencegahan munculnya kembali titik api masih terus dilakukan.

 

Proses Pemadaman

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno mengatakan, satu helikopter pemadam masih disiagakan untuk mendukung pembasahan di sejumlah titik rawan di lereng Gunung Bromo.

"Satu unit akan tetap melaksanakan pembasahan dalam 1-2 hari ini untuk pencegahan di area lereng maupun area tertentu di kawasan TNBTS," kata Satriyo.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Subroto menjelaskan, pemadaman dari udara atau water bombing dipilih karena titik api berada di lokasi sulit dijangkau personel darat.

Berdasarkan hasil pemetaan melalui udara, petugas mendeteksi sedikitnya tiga titik api masih aktif. Air untuk operasi water bombing direncanakan diambil dari kolam di kawasan Kaliandra sebelum diangkut menggunakan helikopter ke lokasi kebakaran.

"Hasil pemetaan via udara, ada tiga titik api yang terdeteksi. Kita sedang upayakan helikopter yang bisa mengangkut air sebanyak satu ton sekali angkut," ujar Gatot.

Sembari menunggu kedatangan helikopter, tim gabungan terdiri dari BPBD Jawa Timur, BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, serta unsur terkait terus bergerak mendekati lokasi untuk melakukan pemetaan, pemadaman, dan mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyatakan akan memperkuat standar operasional penanganan kebakaran hutan, meningkatkan sarana dan prasarana pemadaman, serta mempercepat pemulihan ekosistem pada kawasan yang terdampak.

Rekomendasi