Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN memiliki ruang untuk menanggung kebutuhan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu pada 2027. Ia menyebut langkah tersebut tetap menjaga defisit fiskal tahun 2027 di level 2,4 persen.
Purbaya menjelaskan pemerintah telah menyiapkan simulasi anggaran, baik untuk 2026 maupun tahun berikutnya. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers usai rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
"Berdasarkan hasil rapat tadi, kami juga sudah melakukan simulasi untuk anggaran tahun ini dan tahun berikutnya. Jadi langkah-langkah ini diambil tanpa membahayakan kondisi fiskal kita tahun 2027 yang tetap dijaga di 2,4 persen defisitnya," kata Purbaya.
"Jadi kita sudah hitung semua dan ini bisa dilakukan tanpa membahayakan sustainabilitas dari fiskal," katanya.
Advertisement
Opsi Pengangkatan PPPK Paruh Waktu pada 2027
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Rini Widyantini menyatakan pemerintah membuka opsi pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu pada 2027.
"Sebagaimana sampaikan oleh bapak pimpinan tadi bahwa untuk PPPK paruh waktu akan diberikan kesempatan untuk menjadi PPPK penuh waktu yang akan dilakukan di tahun 2027," kata Rini.
Ia menambahkan, PPPK guru akan diberi kesempatan mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diperkirakan dibuka pada awal 2027.
"Kemudian juga nanti akan kita buka untuk kebutuhan proyeksi guru nasional tahun 2026, termasuk di dalamnya adalah untuk kebutuhan Sekolah Rakyat dan Sekolah Terintegrasi dan juga Sekolah Garuda," bebernya.
Advertisement
Formasi Guru: Data PPPK dan Proyeksi 2026
Rini mencatat jumlah PPPK guru saat ini sebanyak 955.245 orang. Adapun PPPK paruh waktu dengan profesi guru berjumlah 231.246 orang.
Di sisi lain, proyeksi kebutuhan pemenuhan guru nasional tercatat sebanyak 526.689 formasi.
"Yang tentu saja terdiri dari untuk sekolah guru-guru, termasuk di Kementerian Agama, Kemendikdasmen, kemudian juga di Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda," ujar dia.