Orang utan lepas dari Solo Safari di Jebres, Solo, membuat warga dan pengguna jalan panik pada Selasa (12/8/2026). Satwa tersebut terlihat berkeliaran hingga area warung ayam goreng Bengawan.
Primata itu sempat menyenggol sejumlah sepeda motor yang terparkir, hingga salah satunya jatuh dan menimpa motor lain. Kepanikan meningkat ketika orang utan bergerak mendekati jalan raya, membuat warga memilih menjauh dan mengawasi dari jarak aman.
Petugas Solo Safari bersama polisi menutup sebagian ruas jalan untuk pengamanan dan upaya evakuasi. Informasi kejadian cepat beredar, termasuk melalui unggahan akun Instagram @infocegatansolo.fb. Orang utan juga sempat terlihat berjalan di sekitar Jalan KH Masykur.
Advertisement
Kesaksian Warga Saat Orang Utan Lepas di Jebres
Guntur Victor Sanjaya (45), warga Jebres, melintas di lokasi saat insiden terjadi. Ia menyebut satwa berada di luar kawasan Solo Safari.
"Orang utan Jurug (taman satwa taru jurug) lepas di pinggir jalan samping Jurug," tulis Guntur Victor Sanjaya (45).
Guntur mengaku sempat ingin berhenti untuk melihat situasi. Namun karena membonceng anak, ia memilih melanjutkan perjalanan, apalagi sebagian jalan sudah ditutup petugas.
"Saya boncengin anak saya dan jalannya ditutup separuh oleh polisi dan banyak petugas Solo Safari. Daripada bikin ribet saya langsung aja," terang Guntur.
Menurutnya, orang utan tidak menunjukkan perilaku agresif saat ia melintas. Satwa itu justru duduk dan memperhatikan arus lalu lintas.
"Pas saya lewat orang utannya duduk diam ngelihatin pengguna jalan," tutur Guntur.
Advertisement
Dari Tembok Solo Safari ke Area Parkir Warung Ayam
Kesaksian lain datang dari Eko, petugas parkir di sebuah warung makan. Ia melihat orang utan pertama kali muncul dari arah timur sebelum menuju area warung.
Primata yang 99 persen mirip manusia ini berjalan ke sisi jalan, menyeberang, lalu memasuki area parkir kendaraan. Pengunjung dan warga sekitar memilih menjaga jarak, sementara pengguna jalan melintas dengan hati-hati.
"Orang utan melompat dari dinding jalan sampai depan buah, terus nyeberang, ngebrokke (menjatuhkan) iki di depan ini, terus masuk ke sini. Sampai dimbrokke (dijatuhkan), kendaraan dua itu," ucap Eko.
Advertisement
Pengamanan Petugas dan Evaluasi Solo Safari
Tim gabungan dari Solo Safari dan kepolisian mengendalikan pergerakan satwa dengan memperhatikan keselamatan publik serta kondisi orang utan. Juru Bicara Solo Safari, Danu Widi Krismara, membenarkan insiden tersebut dan menyatakan satwa kini dalam pemantauan tim kesehatan hewan.
"Ya benar ada kejadian itu (orang utan lepas). Saat ini hewan tersebut dalam penanganan petugas kesehatan hewan Solo Safari," tutur Danu Widi Krismara.
Danu menjelaskan penanganan dilakukan terukur sesuai prosedur. Setelah situasi terkendali, orang utan dikembalikan ke exhibit.
"Proses penanganan dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan satwa, sesuai prosedur yang berlaku. Kami berhasil mengamankan orang utan dan mengembalikannya ke exhibit dalam kondisi terkendali," ucap Danu.
Pihak Solo Safari melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan kandang dan lingkungan satwa untuk mengetahui penyebab keluarnya orang utan dari kandang. Hasilnya akan digunakan untuk memperkuat keamanan.
"Hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk penguatan pengamanan guna memastikan kejadian serupa dapat diminimalkan di kemudian hari," tandas Danu.
Solo Safari juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, terutama pengguna jalan dan pengunjung yang terdampak kepanikan akibat insiden ini.
"Kami meminta maaf atas kejadian ini. Dan akan meningkatkan keamanan," tukas Danu.