Karhutla di Kalteng, Orang Utan Masuk Kompleks Pemda

Karhutla di Kalteng memaksa satwa liar keluar habitat. Orang utan masuk kompleks Pemkab Katingan, sementara petugas menemukan satwa terbakar.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta - Reporter
Karhutla di Kalteng, Orang Utan Masuk Kompleks Pemda
Orang utan menyelamatkan diri akibat karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Katingan dan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kembali meningkat. Dampaknya tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga satwa liar yang kehilangan tempat berlindung serta sumber pakan.

Sejumlah satwa terpaksa bergerak keluar dari habitat dan memasuki kawasan yang berdekatan dengan aktivitas manusia. Salah satunya, seekor orang utan terlihat di area perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan.

Selain pergerakan satwa ke kawasan terbangun, petugas di lapangan juga menemukan satwa yang tidak sempat menyelamatkan diri di lokasi karhutla. Informasi ini dikutip dari Liputan6 SCTV, Senin (24/8/2026).

Dampak Karhutla: Orang Utan Masuk Kompleks Pemkab Katingan

Di kompleks perkantoran Pemkab Katingan, seekor orang utan masuk ke badan jalan dan area perkantoran. Kemunculan satwa dilindungi itu terjadi di tengah asap dan api yang membakar kawasan sekitarnya.

Petugas pemadam bersama warga berupaya mengarahkannya kembali ke hutan untuk mencegah konflik dengan manusia. Upaya penghalauan dilakukan agar orang utan tidak semakin mendekati permukiman.

Peristiwa tersebut mencerminkan tekanan yang dialami satwa liar selama karhutla, ketika api dan asap mendorong mereka mencari tempat yang dianggap lebih aman di sekitar aktivitas manusia.

Terenggiling dan Ular Ditemukan Terbakar, Data Karhutla Kalteng

Di Kasongan, Ibu Kota Kabupaten Katingan, petugas menemukan seekor terenggiling yang merupakan satwa lindung, serta seekor ular mati dengan tubuh terbakar di lokasi karhutla.

"Di Kalteng ini banyak satwa yang terdampak. Kemarin menemukan ular sanca kurang lebih panjang tiga meteran. Itu mati terbakar. Dan juga satwa dilindungi termasuk terenggiling," kata petugas Damkar Dinas Kehutanan Kalteng Bagus.

"Kemarin info dari teman-teman KPHP Katingan Hilir, mereka menemukan terenggiling yang sudah terbakar. Dan juga di Katingan ada orang utan yang habitatnya terbakar jadi mereka masuk ke permungkinan warga," pungkasnya.

Data BPPD Kalteng mencatat 27 karhutla terjadi di Katingan dengan luas lahan terbakar 44 hektare. Sementara itu, di Palangka Raya tercatat 329 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 274 hektare.

Rekomendasi