Laba Bersih Indonesia Re Melonjak 544 Persen, Tembus Rp176,96 Miliar

Peningkatan laba bersih ini turut mendorong total aset perusahaan mencapai Rp10,28 triliun.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Laba Bersih Indonesia Re Melonjak 544 Persen, Tembus Rp176,96 Miliar
Ilustrasi premi asuransi jiwa. (depositphotos.com/OlyPhotoStories)

PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re mencatatkan lonjakan kinerja keuangan signifikan sepanjang tahun buku 2025. BUMN reasuransi ini berhasil meraup laba bersih sebesar Rp176,96 miliar, meroket lebih dari enam kali lipat dibanding capaian 2024 yang tercatat sebesar Rp27,46 miliar.

Peningkatan laba bersih ini turut mendorong total aset perusahaan mencapai Rp10,28 triliun. Hasil positif tersebut tidak lepas dari konsistensi perusahaan dalam memperkuat proses bisnis, menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent underwriting), serta menerapkan standar akuntansi baru PSAK 117 (IFRS 17).

Direktur Utama Indonesia Re, Robbi Yanuar Walid, mengungkapkan bahwa lompatan kinerja di tahun 2025 merupakan buah dari transformasi berkelanjutan yang berfokus pada pertumbuhan berkualitas.

"Seluruh strategi yang kami jalankan berorientasi pada kualitas portofolio, pengelolaan risiko yang prudent, serta penguatan kapabilitas organisasi," ujar Robbi di Jakarta, Rabu (19/8).

Hasil Investasi & Solvabilitas Meningkat

Berapa Lama Batas Telat Bayar Premi Asuransi?
Ilustrasi bayar premi asuransi dan klaim asuransi. (depositphotos.com/artursz)

Selain bisnis reasuransi umum dan jiwa yang makin sehat, hasil investasi perseroan juga tumbuh positif menjadi Rp427,28 miliar di tahun 2025, naik dari Rp335,78 miliar pada tahun sebelumnya. Capaian ini diraih berkat strategi investasi berbasis risiko (risk-based investment) dan optimalisasi manajemen aset-liabilitas. 

Tingkat kesehatan keuangan perusahaan pun tetap solid. Indikator solvabilitas (Risk-Based Capital/RBC) Indonesia Re terjaga di level 133,38 persen, meningkat dari posisi 132,83 persen pada 2024, sekaligus berada nyaman di atas ambang batas ketentuan regulator.

Di sisi operasional, perseroan juga memperkuat tata kelola teknologi melalui modernisasi pusat data, integrasi RIU Connect 2.0, hingga penerapan sertifikasi keamanan informasi ISO 20000 dan ISO 27001. Sementara melalui Indonesia Re Institute, perseroan terus mendorong riset dan pengembangan kapasitas industri asuransi nasional.

"Transformasi yang kami jalankan bukan hanya berhasil memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga mempersiapkan Indonesia Re menjadi perusahaan reasuransi nasional yang semakin kuat, efisien, dan mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi industri, serta terus berbenah dalam aspek layanan kepada mitra dan ceding company sebagai bagian dari transformasi menyeluruh," tutup Robbi.

Rekomendasi