Hasil Underwriting Bersih dan Premi Retensi Indonesia Re Lampaui Target 2026, Cek Capaiannya

Hingga Juni 2026, Divisi Reasuransi Jiwa Indonesia Re mencatatkan Gross Premium sebesar Rp983 miliar atau mencapai 99 persen dari target RKAP.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Hasil Underwriting Bersih dan Premi Retensi Indonesia Re Lampaui Target 2026, Cek Capaiannya
<p>Direktur Pengembangan & Teknologi Informasi Indonesia Re Beatrix Santi Anugrah, Direktur Teknik Operasi Indonesia Re Delil Khairat, Direktur Utama Indonesia Re Benny Waworuntu, dan Direktur Keuangan & Aktuaria Indonesia Re Maria Elvida Rita Dewi. (Dok Indonesia Re)</p>

PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re membukukan kinerja positif pada Divisi Reasuransi Jiwa sepanjang Semester I 2026. Di tengah dinamika industri asuransi jiwa dan kesehatan yang diwarnai peningkatan klaim medis serta volatilitas pasar, perusahaan melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), khususnya pada indikator Gross Premium, Premi Retensi Sendiri (Net Premium), serta Hasil Underwriting Bersih (HUB). 

Hingga Juni 2026, Divisi Reasuransi Jiwa Indonesia Re mencatatkan Gross Premium sebesar Rp983 miliar atau mencapai 99 persen dari target RKAP. Sementara itu, capaian Hasil Underwriting Bersih (HUB) tampil sangat impresif dengan menembus 123 persen dari target yang telah ditetapkan.

Meskipun Gross Premium pada Juni 2026 mengalami sedikit penurunan jika dibandingkan dengan posisi Juni 2025, Hasil Underwriting Bersih justru melonjak signifikan hingga 97 persen lebih besar secara tahunan (year-on-year). 

Pertumbuhan pesat pada HUB ini menjadi bukti bahwa strategi reshaping portofolio yang dijalankan perusahaan secara konsisten mulai membuahkan hasil, di mana fokus dialihkan pada kualitas bisnis dan profitabilitas yang sehat ketimbang sekadar mengejar volume.

Direktur Teknik dan Operasi Indonesia Re, Delil Khairat, menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor utama yang mendorong keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan profitabilitas Hasil Underwriting Bersih di tengah maraknya tekanan klaim kesehatan:

"Pertama menjaga kualitas akseptasi risiko, memastikan setiap risiko melalui proses pricing dan underwriting yang prudent berbasis data, tanpa mengompromikan kualitas demi mengejar volume bisnis di tengah pasar yang kompetitif," kata Delil di Jakarta, Jumat (24/7).

Kedua yaitu Reshaping Portofolio Secara Aktif, dengan mengevaluasi segmen bisnis secara sistematis dan membenahi portofolio yang kurang optimal demi peningkatan kualitas jangka panjang.

Ketiga, memperkuat sistem dan operasional dengan menyeragamkan format pelaporan bersama para cedant agar rekonsiliasi data premi dan klaim berjalan akurat dan tepat waktu, serta memperkuat klausul perjanjian treaty.

Disiplin Underwriting dan Kepatuhan Regulasi

Menghadapi tantangan inflasi medis, persaingan harga yang agresif, serta potensi moral hazard, Indonesia Re secara konsisten menerapkan kebijakan pricing dan underwriting berbasis data analitik dan analisis aktuaria yang komprehensif. 

Client Market and Pricing Actuary Life & Health Division Head Indonesia Re, Nico Demus, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas portofolio tersebut.

"Setiap keputusan akseptasi didasarkan pada evaluasi risiko yang komprehensif, sehingga kualitas portofolio tetap terjaga sekaligus mampu mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang," ujar Nico.

Nico juga menambahkan bahwa perusahaan terus bersiap mengantisipasi dinamika aturan di industri asuransi.

"Indonesia Re juga terus mempersiapkan diri menghadapi berbagai perkembangan regulasi, termasuk ketentuan terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setiap perubahan regulasi dianalisis secara menyeluruh untuk mengukur dampaknya terhadap profil risiko, sehingga kebijakan yang diterapkan tetap adaptif dan dapat memberikan dukungan yang tepat bagi para cedant dalam proses penyesuaian," tutup Nico.

Rekomendasi