PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re berkomitmen untuk terus memperkuat sistem kepatuhan dan tata kelola. Sistem kepatuhan dan tata kelola disebut sebagai fondasi dalam menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dan mendukung pertumbuhan industri reasuransi nasional.
Upaya dilakukan perusahaan membuahkan dengan menyabet penghargaan Sapphire (penghargaan tertinggi) pada kategori PROSPER B dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026 (IRCA 2026).
"Ini semakin memperkuat posisi Indonesia Re sebagai perusahaan reasuransi nasional yang tidak hanya fokus pada penguatan bisnis dan industri, tetapi juga konsisten dalam menerapkan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta tata kelola perusahaan yang berkelanjutan," ucap Plt. Direktur Utama / Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, SDM dan Corporate Secretary Indonesia Re, Robbi Yanuar Walid di Jakarta, Kamis (28/5).
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang dinilai memiliki kinerja unggul dalam penerapan kepatuhan regulasi, penguatan tata kelola perusahaan, serta pembangunan budaya integritas yang berkelanjutan di tengah dinamika regulasi yang terus berkembang.
Advertisement
Budaya Integritas
"Capaian ini tidak hanya mencerminkan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga komitmen perusahaan dalam membangun budaya integritas, tata kelola yang prudent, serta manajemen risiko yang berkelanjutan," ujar Robbi.
Legal, Compliance & Risk Management Division Head Indonesia Re, Gadis Purwanti yang menerima penghargaan menyampaikan bahwa apresiasi ini menjadi refleksi atas komitmen berkelanjutan Indonesia Re dalam memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik Good Corporate Governance (GCG) dan budaya kepatuhan di seluruh lini organisasi.
Tahun ini, IRCA mencatat peningkatan kualitas implementasi kepatuhan dari berbagai perusahaan lintas sektor, yang menunjukkan semakin kuatnya kesadaran dunia usaha terhadap pentingnya tata kelola dan integritas korporasi.