Mencari sumber penghasilan tambahan menjadi perhatian banyak orang di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat. Salah satu pendekatan yang semakin diminati adalah melalui pilihan ternak minim tenaga yang tetap menghasilkan tambahan penghasilan. Konsep ini menawarkan kesempatan untuk mengembangkan usaha sampingan tanpa memerlukan investasi waktu dan sumber daya yang besar.
Pendekatan ini sangat cocok bagi individu yang memiliki keterbatasan lahan, modal, atau waktu luang. Dengan memilih jenis ternak yang perawatannya tidak rumit, seseorang dapat tetap menjalankan aktivitas utamanya sambil membangun aliran pendapatan baru. Hal ini membuka peluang bagi berbagai kalangan untuk berpartisipasi dalam sektor peternakan.
Berbagai jenis ternak dapat dipertimbangkan untuk tujuan ini, masing-masing dengan karakteristik dan potensi pasarnya sendiri. Pemilihan yang tepat dapat membantu mencapai tujuan finansial tanpa mengganggu keseimbangan kehidupan sehari-hari. Simak ulasan lengkapnya berikut ini, dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber pada Selasa (18/8/2026).
Advertisement
1. Budidaya Maggot BSF dengan Modal Terjangkau
Budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan salah satu opsi ternak yang dapat dimulai dengan modal kecil. Proses budidayanya tidak sulit karena maggot ini berkembang biak secara alami di lingkungan. Maggot BSF sendiri adalah larva dari lalat tentara hitam.
Maggot BSF memiliki kemampuan mengurai sampah organik dalam waktu 24 jam, sehingga membantu mengurangi masalah limbah. Lalat BSF tidak menyebarkan penyakit dan aman bagi manusia maupun lingkungan sekitar.
Selain itu, maggot memiliki kandungan protein dan lemak yang tinggi, menjadikannya pakan ternak berkualitas untuk unggas, ikan, dan hewan lainnya. Sisa pencernaan maggot, yang dikenal sebagai kasgot, juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang menyuburkan tanah.
Advertisement
2. Potensi Keuntungan dari Ternak Ikan Lele
Ternak ikan lele menjadi pilihan budidaya yang banyak dijalankan karena daya tahan hidupnya yang kuat. Lele dapat bertahan hidup di berbagai kondisi air, menjadikannya relatif mudah dipelihara.
Benih ikan lele mudah didapatkan dengan harga yang terjangkau, serta memiliki masa panen yang cukup cepat, sekitar 2 hingga 3 bulan. Budidaya lele bahkan dapat dilakukan dalam skala ember, sehingga tidak memerlukan lahan yang luas.
Permintaan pasar untuk ikan lele terus menunjukkan peningkatan. Keuntungan dari budidaya lele per siklus panen dapat berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp2 juta, dengan modal awal yang bisa disiapkan sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta.
Advertisement
3. Ternak Jangkrik dengan Siklus Panen Cepat
Ternak jangkrik menawarkan potensi keuntungan besar dengan modal awal yang relatif kecil. Perawatannya yang mudah memungkinkan usaha ini dijalankan di pekarangan rumah.
Jangkrik banyak dimanfaatkan sebagai pakan untuk berbagai hewan peliharaan, seperti burung kicau, reptil, dan ikan, sehingga permintaannya di pasaran cukup tinggi.
Siklus panen jangkrik sangat singkat, yakni sekitar 26 hingga 30 hari. Dalam satu siklus panen, satu boks jangkrik berpotensi menghasilkan sekitar 50 kilogram.
Advertisement
4. Mengembangkan Usaha Ternak Ayam Kampung
Ternak ayam kampung dapat menjadi pilihan usaha dengan peluang keuntungan yang menjanjikan. Permintaan terhadap daging dan telur ayam kampung terus meningkat di pasaran.
Ayam kampung dikenal memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik dibandingkan ayam ras, membuatnya lebih tahan terhadap penyakit dan membutuhkan perawatan kesehatan yang lebih sedikit.
Modal untuk memulai usaha ayam kampung dalam skala kecil terbilang terjangkau. Kandang ayam dapat dibuat dengan desain sederhana, memungkinkan usaha ini dilakukan di skala rumahan.
Advertisement
5. Peluang Bisnis dari Ternak Kelinci
Ternak kelinci dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan karena kemudahan perawatannya. Beternak kelinci tidak membutuhkan modal dan lahan yang terlalu luas.
Kelinci dapat dipanen dalam waktu 3 hingga 4 bulan, memungkinkan perputaran modal yang cepat. Selain itu, masa kehamilan kelinci relatif singkat, yakni sekitar satu bulan.
Pasar untuk kelinci cukup luas, mencakup daging, hewan peliharaan, dan bulu. Daging kelinci banyak diminati sebagai menu makanan di restoran, dan kotorannya juga dapat menjadi komoditas untuk pupuk organik.
Advertisement
6. Kambing Etawa: Penghasil Susu dan Daging
Kambing Etawa dikenal sebagai penghasil susu dan daging, dengan karakteristik yang memudahkan perawatan serta pengelolaannya.
Jenis kambing ini membutuhkan pakan berkualitas tinggi yang kaya nutrisi. Pakan hijauan seperti rumput odot, lamtoro, atau kaliandra dapat diberikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.
Dengan perawatan yang tepat, kambing Etawa mampu menghasilkan susu melimpah dengan kualitas tinggi. Selain itu, kambing Etawa juga sering diikutsertakan dalam berbagai kontes atau perlombaan.
Advertisement
7. Ternak Burung Puyuh yang Produktif
Burung puyuh dikenal produktif dalam menghasilkan telur, yang banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan kuliner.
Modal awal untuk memulai ternak puyuh dapat dimulai sekitar Rp100 ribu. Penggunaan kandang bertingkat dapat menjadi solusi untuk menghemat ruang budidaya.
Masa produksi telur puyuh relatif cepat. Selain telur, puyuh afkir juga memiliki nilai jual sebagai bahan konsumsi, menambah potensi pendapatan dari usaha ini.
Advertisement
8. Budidaya Cacing Tanah untuk Pupuk dan Pakan
Budidaya cacing tanah merupakan salah satu ide usaha ternak dengan modal kecil. Prosesnya relatif mudah dan tidak memerlukan lahan yang luas.
Cacing tanah berperan penting dalam mengurai bahan organik menjadi kompos, yang membantu meningkatkan kesuburan tanah.
Selain itu, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami berkualitas tinggi bagi ikan dan unggas. Kotoran cacing tanah, yang disebut vermikompos atau kascing, juga memiliki nilai jual sebagai pupuk organik.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Ternak Minim Tenaga
Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai budidaya maggot BSF?
Budidaya maggot BSF dapat dimulai dengan modal yang relatif kecil.
Apakah ternak ikan lele memerlukan lahan yang luas?
Tidak, budidaya ikan lele dapat dilakukan dalam skala ember, sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas.
Berapa lama waktu yang diperlukan untuk panen jangkrik?
Siklus panen jangkrik tergolong singkat, yakni sekitar 26 hingga 30 hari.
Apa keunggulan utama ayam kampung dibandingkan ayam ras?
Ayam kampung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik dan lebih tahan terhadap penyakit.
Selain daging, produk apa lagi yang dapat dihasilkan dari ternak kelinci?
Kelinci juga dapat menghasilkan bulu, menjadi hewan peliharaan, dan kotorannya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.