10 Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung, Rapi Mudah Dipakai Lagi

Terapkan trik menyimpan kantong plastik bekas agar tidak menggunung: pilah, lipat, gulung, lalu salurkan. Dilengkapi data KLH dan rujukan jurnal ilmiah.

Ibrahim Hasan
Oleh Ibrahim Hasan - Reporter
10 Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung, Rapi Mudah Dipakai Lagi
Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung (Pexels/Shvets Prod)

Tumpukan kantong kresek di sudut dapur sering dianggap sepele, padahal lama-lama bisa memenuhi lemari dan membuat rumah terasa sesak. Karena itu, mengetahui trik menyimpan kantong plastik bekas agar tidak menggunung penting bagi setiap rumah tangga.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, sekitar 10,8 juta ton atau hampir 20 persen sampah nasional berupa plastik, sementara tingkat daur ulangnya baru 22 persen. Dalam jurnal ilmiah berjudul Plastic Waste Inputs from Land into the Ocean (2015) karya Jenna R. Jambeck dan kawan-kawan di Science, diperkirakan 4,8 hingga 12,7 juta ton sampah plastik dari daratan masuk ke laut pada 2010.

Melansir dari Earth911, kantong plastik tipis yang dimasukkan ke tempat daur ulang biasa dapat melilit mesin pemilah dan mengganggu proses kerja. Berikut adalah trik menyimpan kantong plastik bekas agar tidak menggunung dirangkum dari berbagai sumber, Senin (5/10/2026).

1. Tentukan Satu Wadah dan Batas Jumlahnya

Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung
Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung (AI Generated)

Langkah pertama yang paling mudah adalah menetapkan satu tempat khusus untuk semua kantong plastik bekas di rumah. Tempat ini bisa berupa kotak, keranjang kecil, atau laci di dapur. Dengan satu wadah saja, kantong tidak tercecer di bawah wastafel, di balik pintu, atau di dalam tas-tas lain.

Setelah itu, tetapkan batas isinya. Misalnya, wadah hanya boleh terisi sampai penuh dan tidak boleh ditambah di luar wadah. Begitu penuh, kantong yang paling tua atau paling kusut dikeluarkan lebih dulu. Aturan sederhana ini membuat jumlah kantong tetap terkendali karena setiap kantong baru harus bersaing dengan kantong lama untuk mendapat tempat.

Letakkan wadah di tempat yang mudah dijangkau, misalnya di bawah rak piring atau dekat tempat sampah dapur. Jika semua anggota keluarga tahu lokasinya, kantong tidak akan disimpan di sudut lain. Ajak anak-anak ikut menaruh kantong agar kebiasaan ini menjadi tanggung jawab bersama.

2. Pilah Kantong Sebelum Disimpan

Tidak semua kantong plastik layak disimpan. Kantong yang robek, berlubang besar, berbau tajam, atau basah oleh sisa makanan lebih baik langsung dibuang ke tempat sampah. Menyimpan kantong kotor hanya memancing bau dan serangga.

Kantong yang masih bagus pisahkan menurut ukuran, misalnya kecil, sedang, dan besar. Melansir dari GreenCitizen, lembaga daur ulang di Amerika Serikat, kantong yang hendak didaur ulang sebaiknya kosong dan kering. Kebiasaan memeriksa kantong sebelum disimpan juga membuat kantong yang tersisa benar-benar siap dipakai ulang atau disetor.

3. Lipat dengan Rapi Sebelum Dimasukkan

Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung
Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung (AI Generated)

Kantong yang dimasukkan begitu saja akan menggumpal dan memakan tempat. Cara yang lebih hemat ruang adalah merapikan kantong dulu, mengeluarkan udaranya, lalu melipatnya menjadi bentuk kecil.

Selain hemat tempat, kantong yang dilipat dengan baik lebih jarang kusut dan mudah dihitung. Anda bisa langsung tahu apakah isinya sudah terlalu banyak sebelum wadah terlihat penuh.

Lipat Memanjang lalu Gulung

Ratakan kantong di atas meja, lipat memanjang menjadi tiga bagian, kemudian gulung dari bawah sampai ke bagian pegangan. Selipkan pegangan ke dalam gulungan agar tidak mengendur. Gulungan seperti ini mudah ditumpuk dan diambil satu per satu.

Lipat Segitiga

Lipat kantong memanjang menjadi kecil, lalu lipat ujungnya berulang-ulang membentuk segitiga seperti melipat bendera. Bentuk padat ini cocok untuk kantong yang tipis dan bisa dimasukkan ke celah sempit di laci.

4. Manfaatkan Wadah Bekas di Rumah

Wadah bekas bisa menjadi tempat penyimpanan murah yang rapi. Melansir dari Yahoo Shopping, wadah seperti kotak tisu, kemasan tisu basah, kaleng kopi, dan kaleng oatmeal dapat diubah menjadi penyimpan kantong plastik. Bagi yang kantongnya lebih banyak, tempat sampah kecil berpenutup juga bisa dipakai.

Caranya, gulung kantong satu per satu, lalu masukkan ke dalam wadah dengan ujung pegangan menghadap ke lubang. Dengan begitu, kantong bisa ditarik satu demi satu tanpa menarik semuanya. Kotak tisu bekas paling praktis karena lubangnya sudah tersedia dan ukurannya pas di lemari.

5. Gantung Penyimpan di Tempat Kering dan Teduh

Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung
Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung (AI Generated)

Penyimpan gantung membantu mengosongkan lantai dan laci. Botol plastik besar bekas air mineral bisa dipotong bagian bawahnya, lalu digantung dengan tali di pintu lemari atau dinding dapur. Kantong dimasukkan dari lubang bawah dan ditarik dari leher botol.

Letakkan penyimpan di tempat kering dan teduh, jauh dari kompor dan sinar matahari langsung. Plastik yang sering terkena panas dapat menjadi rapuh dan mudah sobek sehingga tidak layak dipakai lagi. Tempat yang lembap juga mudah berjamur dan menimbulkan bau.

6. Jadwalkan Pengecekan Rutin Tiap Bulan

Kebiasaan menyimpan tanpa pernah mengecek membuat kantong menumpuk tanpa disadari. Earth911 menyarankan agar pengguna menyediakan satu tempat khusus di rumah untuk mengumpulkan kantong, lalu membawanya ke tempat pengumpulan kira-kira sebulan sekali. Prinsip yang sama bisa diterapkan di Indonesia.

Pilih satu hari dalam sebulan, misalnya akhir pekan pertama, untuk mengecek isi wadah. Pada hari itu, keluarkan kantong yang sudah rusak, hitung berapa yang masih dipakai, dan setorkan kelebihannya. Catatan di kalender ponsel sudah cukup untuk menjaga kebiasaan ini tetap berjalan.

7. Pakai Ulang untuk Keperluan yang Aman

Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung
Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung (AI Generated)

Kantong plastik bekas yang masih bersih dan kuat punya banyak kegunaan. Namun, pemakaian ulang sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kantong supaya tidak menimbulkan masalah kesehatan. Tabel berikut membantu menentukan kegunaannya.

Kondisi kantong Pemakaian ulang yang disarankan
Bersih, kering, tanpa lubang Pembungkus barang, tempat sepatu saat bepergian, wadah baju kotor di tas
Bersih tetapi berwarna gelap atau bekas barang non-pangan Alas tempat sampah kecil di kamar mandi atau kamar
Pernah terkena sisa makanan atau cairan Bungkus sampah basah, lalu langsung buang
Robek, berlubang, atau berbau Buang ke tempat sampah

Untuk makanan, lebih aman memakai wadah makanan yang memang dirancang untuk itu. Kantong yang pernah dipakai membungkus barang kotor tidak dianjurkan lagi menyentuh makanan.

Selain itu, kantong bersih dan tebal bisa menjadi bantalan pelindung barang pecah belah saat pindahan atau pengiriman paket. Kantong berukuran kecil cocok untuk membungkus sabun, kabel, atau perlengkapan mandi di dalam tas saat bepergian.

 

8. Setorkan ke Bank Sampah atau Berikan kepada yang Membutuhkan

Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung
Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung (AI Generated)

Kantong yang jumlahnya sudah berlebih sebaiknya disalurkan, bukan terus ditimbun. Pilihan pertama adalah bank sampah atau pengepul terdekat. Tanyakan lebih dulu apakah mereka menerima kantong kresek, karena tidak semua tempat mengambilnya, dan tanyakan pula cara memilahnya.

Pilihan lain adalah memberikannya kepada pedagang sayur, warung, atau tetangga yang masih membutuhkan kantong untuk membungkus. Pastikan kantong yang diberikan bersih dan kering. Tindakan kecil ini ikut menekan jumlah kantong baru yang beredar, sekaligus mengurangi risiko plastik berakhir di selokan atau sungai.

Cara Menyiapkan Kantong untuk Disetor

Sebelum disetor, pastikan kantong kosong, kering, dan tidak berisi struk atau sisa kertas. Earth911 menyarankan agar label kertas atau stiker dilepas, dan jika sulit dicopot, label itu digunting saja. Kumpulkan beberapa kantong ke dalam satu kantong besar lalu ikat agar mudah dibawa dan dihitung petugas.

9. Kurangi Kantong Baru yang Masuk ke Rumah

Cara paling ampuh agar kantong tidak menggunung adalah mengurangi jumlah yang masuk. Biasakan membawa tas belanja sendiri, menolak kantong untuk barang yang sedikit, dan menaruh satu tas lipat di dalam tas harian atau jok motor.

Kebiasaan ini penting karena kementerian memperingatkan potensi lonjakan sampah plastik. Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun dan Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawati, mengatakan komposisi sampah plastik bisa naik dari 19,21 persen pada 2023 menjadi 38,42 persen pada 2050 jika pengurangan dan pemilahan tidak dilakukan. Dari sisi rumah tangga, setiap kantong yang ditolak berarti satu kantong yang tidak perlu disimpan.

Bagi yang rutin berbelanja ke pasar tradisional, siapkan keranjang atau tas kain khusus belanja sayur dan lauk. Tas yang sudah menjadi kebiasaan akan lebih sering dibawa daripada tas yang hanya dipakai sesekali.

10. Jangan Membakar atau Membuang Kantong Sembarangan

Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung
Trik Menyimpan Kantong Plastik Bekas agar Tidak Menggunung (AI Generated)

Saat kantong menumpuk, sebagian orang tergoda membakarnya. Padahal, menurut Dinas Lingkungan Hidup Kota Cirebon, pembakaran plastik melepaskan zat berbahaya seperti dioksin dan furan yang bersifat karsinogenik atau pemicu kanker. Dinas tersebut juga mengingatkan bahwa Pasal 29 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah melarang setiap orang membakar sampah yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah.

Membuang kantong ke sungai atau selokan juga berbahaya karena bisa menyumbat aliran air. Jika benar-benar tidak ada tempat penyaluran, masukkan kantong ke tempat sampah yang akan diangkut petugas, ikat rapat, dan pisahkan dari sampah organik. Dengan begitu, kantong tidak berserakan dan lebih mudah dikelola.

Bila di lingkungan tempat tinggal tersedia petugas pengangkut sampah atau tempat pengolahan sampah terpadu, tanyakan jadwal dan aturan pemilahannya. Aturan setiap daerah bisa berbeda, sehingga informasi dari ketua RT atau dinas lingkungan hidup setempat lebih bisa diandalkan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kantong Plastik Bekas

1. Berapa lama kantong plastik bekas sebaiknya disimpan?

Tidak ada batas waktu baku. Yang penting adalah membatasi jumlahnya dan mengecek isi wadah secara rutin, misalnya sebulan sekali. Kantong yang sudah rapuh atau rusak sebaiknya segera dibuang.

2. Bolehkah kantong plastik bekas dipakai membungkus makanan?

Sebaiknya tidak, kecuali kantong itu bersih, kering, dan sebelumnya hanya dipakai untuk makanan. Kantong yang pernah dipakai membungkus barang kotor lebih aman dipakai untuk keperluan lain.

3. Apakah kantong kresek bisa didaur ulang?

Bisa, tetapi tidak semua tempat menerimanya. Kantong tipis biasanya tidak diterima di tempat sampah daur ulang biasa. Tanyakan lebih dulu ke bank sampah atau pengepul di sekitar tempat tinggal.

4. Mengapa kantong plastik tidak boleh dibakar?

Pembakaran plastik melepaskan dioksin dan furan yang berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, aturan pengelolaan sampah juga melarang pembakaran yang tidak sesuai persyaratan teknis.

5. Bagaimana cara mengurangi kantong plastik baru di rumah?

Bawa tas belanja sendiri, tolak kantong untuk belanjaan yang sedikit, dan pakai ulang kantong yang masih layak sebelum membeli atau meminta yang baru.

Rekomendasi