Lanskap Perbankan Berubah, BTN Ubah Strategi SDM

Strategi tersebut difokuskan pada program upskilling dan reskilling.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Lanskap Perbankan Berubah, BTN Ubah Strategi SDM
<p>Gedung kantor Bank BTN. (dok: BTN)</p>

Lanskap industri perbankan nasional mengalami pergeseran masif seiring pesatnya digitalisasi, penetrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga perubahan perilaku nasabah. Menanggapi pergerakan ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempercepat eksekusi Human Capital Strategy 2026–2030 guna memoles kapasitas, kapabilitas, dan produktivitas para pegawainya.

Strategi tersebut difokuskan pada program upskilling dan reskilling untuk mencetak kompetensi baru yang relevan di era perbankan modern. Langkah percepatan ini terbukti ampuh—produktivitas pegawai BTN melesat hingga 59,71% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada semester I 2026.

Sejalan dengan penguatan kapasitas SDM, kinerja keuangan perseroan ikut terkerek naik. Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian BTN tumbuh signifikan 40,8 persen yoy mencapai Rp2,40 triliun.

Direktur Human Capital & Compliance BTN, Eko Waluyo menegaskan bahwa penyesuaian teknologi bukan satu-satunya penentu keberhasilan bank dalam merespons evolusi lanskap industri. Menurutnya, faktor manusia (people) tetap menjadi penggerak utama.

"Sering kali kita mengatakan perubahan itu tentang teknologi. Tidak salah, tetapi statement itu harus kita sambung: bukan hanya teknologi, justru ‘people’ yang paling penting dan menjadi motor dari semua perubahan," ujar Eko di Jakarta, Jumat (20/8).

Eko menjelaskan, seiring pergeseran model bisnis dan modernisasi sistem perbankan, BTN memfokuskan SDM untuk mengisi posisi yang berorientasi langsung pada nasabah (customer facing) dan penciptaan pendapatan (revenue generator). Sementara itu, pekerjaan yang bersifat repetitif mulai disederhanakan melalui proses otomasi.

"Kalau menggunakan strategi sepak bola, hari ini strategi kita menyerang, jadi harus lebih banyak striker. Lima tahun ke depan, kami ingin memiliki susunan tenaga kerja yang lebih banyak customer facing dan revenue generator," lanjutnya.

Pengembangan Kompetensi Pegawai

Pengembangan kompetensi pegawai BTN kini juga diarahkan pada keahlian masa depan, seperti digital innovation, cybersecurity, hingga risk and compliance. Penguatan kapabilitas ini disiapkan untuk menopang area pertumbuhan baru perseroan, mulai dari bisnis transaksi, non-housing loan, hingga layanan digital.

"Bicara mengenai orang pada akhirnya juga harus bermuara pada penciptaan value bagi perusahaan," tegas Eko.

Upaya BTN melakukan transformasi SDM dengan arah baru industri perbankan turut membuahkan apresiasi di ajang Indonesia Human Capital Award (IHCA) XII 2026.

BTN memborong empat penghargaan sekaligus, di antaranya 2nd Best of The Best Company in Human Capital 2026, Best in HR Blueprint & Impact to Business 2026, serta Best in Learning & Development 2026. Selain itu, Eko Waluyo dianugerahi penghargaan Best of The Best Human Capital Director 2026.

Eko menilai pencapaian ini merupakan bentuk validasi bahwa pengelolaan talenta di BTN telah bergeser dari fungsi administratif menjadi penggerak strategis.

"Pada akhirnya, keberhasilan human capital bukan hanya tentang seberapa baik kita mengelola orang, tetapi bagaimana kita membangun kapabilitas yang membuat perusahaan terus relevan, bertumbuh, dan memiliki daya saing di tengah perubahan," tutupnya.

Rekomendasi