PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berkomitmen dalam menjalankan perbankan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Melalui program BTN KPR (Kawasan Pesisir Regrowth), bank spesialis pembiayaan rumah ini mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir Pemogan, Denpasar, Bali.
Bagi BTN, kualitas sebuah hunian tidak hanya ditentukan oleh kokohnya fisik bangunan, tetapi juga oleh daya tahan lingkungan di sekitarnya. Langkah ini sejalan dengan spirit Danantara Indonesia yang mendorong BUMN untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan alam.
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menegaskan bahwa penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) kini menjadi penilaian wajib dalam setiap ekspansi bisnis Perseroan.
"Bagi BTN, ini bukan hanya sekadar konservasi. Secara strategi besar, ini merupakan salah satu pilar penting dalam visi dan misi kami, yaitu menjalankan bisnis perbankan yang bertanggung jawab kepada masyarakat dan lingkungan," ujar Setiyo di Jakarta, Jumat (7/8).
Advertisement
Dorong Sentra Ekonomi Baru dan Literasi Digital
Melalui program BTN KPR, Perseroan tak hanya fokus pada isu ekologi, tetapi juga memboyong paket pemberdayaan ekonomi yang holistik bagi komunitas lokal, di antaranya:
- Batara Aksi: Pelatihan keterampilan kreatif pembuatan kerajinan ecoprint dan pengolahan produk turunan mangrove untuk menambah penghasilan warga.
- Bale Corner: Posko edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan serta mendorong digitalisasi transaksi UMKM pesisir menggunakan QRIS.
- Nabung Mangrove & Investasi Kehati: Edukasi kelestarian lingkungan yang dipadu dengan pelepasliaran kepiting bakau guna menjaga keseimbangan ekosistem.
Penelaah Teknis Kebijakan UPTD Tahura Ngurah Rai, Made Yudha Wibawa, menyambut positif pendekatan terpadu ini. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membimbing kelompok masyarakat hingga mencapai kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Ketua KUB Simbar Segara, Ketut Darsana, menyampaikan bahwa kelompoknya yang berdiri sejak 2014 kini mengelola 32 hektare kawasan mangrove untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. "Kami membutuhkan berbagai pihak untuk bersama-sama menjalankan misi menjaga hutan mangrove ini," tutur Ketut.
Advertisement
Aksi Nyata Tanam 10.000 Bibit Mangrove
Sebagai puncak sekaligus bukti nyata dari rangkaian program pemberdayaan tersebut, BTN bersama KUB Simbar Segara melakukan aksi penanaman 10.000 bibit mangrove di Kawasan Konservasi Simbar Segara, Pemogan. Penanaman ini ditujukan untuk memunculkan benteng alami pencegah abrasi sekaligus memperkuat penyerapan karbon biru (blue carbon).
Aksi di Bali ini sekaligus mengukuhkan rekam jejak hijau BTN. Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, Perseroan tercatat telah menanam total 20.100 bibit mangrove yang tersebar di enam kawasan pesisir Indonesia, yaitu Paser, Makassar, Brebes, Pekalongan, Kepulauan Seribu, dan Bali.