Kebakaran melanda belasan kios di Pasar Klitikan Notoharjo, Solo, Selasa (22/9) siang. Bukan api kecil, suara ledakan 3 kali beruntun bikin pedagang panik berhamburan.
Suliyaji (58) pedagang yang kiosnya ikut terbakar, menceritakan awal munculnya api.
"Jadi awalnya itu muncul api dari percikan las. Percikannya itu lari ke tandon bensin sama solar, thinner. Nah, itu langsung meledak, menghantam kios," kata Suliyaji saat ditemui awak media di lokasi kejadian.
Advertisement
Kronologi Kebakaran
Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Kronologinya bermula saat salah satu pemilik kios sedang mengelas. Sekejap, percikan api menyambar tandon BBM.
"Ada 3 kali ledakan. Pertama itu, terus langsung apinya membesar, sudah tidak bisa ditangani," ujar Suliyaji.
Suasana sempat mencekam setelah bensin yang terbakar tumpah dan mengalir.
"Tumpahan bensin itu seperti lahar mengalir. Masuk kios, masuk ke tempat saya," kata dia.
Api dengan cepat merambat. Sedikitnya 14 kios terdampak. Data Pemadam Kebakaran Solo, ada 10 kios yang terbakar berat dan 4 kios terbakar ringan. Versi pedagang, 9 kios yang paling parah, 3 di antaranya milik Suliyaji.
"Ya panik. Wong itu meledak terus api itu mengalir seperti air. Saya lari," tutur Suliyaji.
Kios Suliyaji yang digunakan untuk gudang lampu antik pun ludes. Kios tersebut menjual lampu kristal, lampu Jawa, lampu Eropa yang baru dikulak 5 bulan lalu.
"Modal kulakan sekitar Rp150 jutaan, tiga kios itu," ujar dia.
Damkar Solo menerjunkan 6 unit sekaligus. Yakni Unit 8, 12, 13, 16, 17, dan Tangki 19 untuk menjinakkan si jago merah.
Komandan Regu Penyelamatan Charlie Damkar Solo, Matias Andri memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
"Alhamdulillah api bisa kita padamkan sehingga tidak meluas ke kios lain. Kami juga pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," pungkas Charlie.