Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan, pihaknya akan melakukan perhitungan ulang terhadap besaran subsidi untuk transportasi Jakarta, yaitu Transjakarta, sebelum mengambil keputusan mengenai usulan penyesuaian tarif.
Hal ini bertujuan agar kebijakan tarif yang diterapkan tetap memperhatikan kemampuan anggaran serta kepentingan masyarakat ibu kota.
Pramono juga menambahkan bahwa usulan dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengenai tarif Transjakarta telah diterima dan saat ini sedang dalam tahap kajian oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Laporan DTKJ sudah masuk kepada kami. Kami sedang mempelajari itu dan dalam minggu-minggu depan ini kami akan segera menghitung kembali," kata dia di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (8/7).
Menurut Pramono, penting untuk melakukan perhitungan ulang karena keputusan terkait tarif transportasi umum tidak hanya melibatkan besaran tarif yang harus dibayar oleh penumpang, tetapi juga mempertimbangkan besaran subsidi yang menjadi tanggung jawab pemerintah.
"Karena memang untuk memutuskan kenaikan tarif Transjakarta dan semuanya, termasuk Transjabodetabek, tentunya kami harus melihat bagaimana dengan subsidi yang harus dihitung dan dilakukan untuk itu," jelas Pramono.
Advertisement
Daftar Utama Kegiatan
Pembahasan terkait usulan tarif saat ini tengah berlangsung seiring dengan diskusi mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersama DPRD DKI Jakarta. Meskipun demikian, penetapan tarif menjadi salah satu agenda utama yang ingin segera diselesaikan.
"Sekarang ini sedang dalam tahap pembahasan APBD dengan DPRD Provinsi DKI Jakarta, tetapi itu menjadi prioritas untuk segera diputuskan," ucap dia. Hal ini menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan isu penting tersebut dalam waktu dekat.
Pramono juga menegaskan bahwa keputusan yang akan diambil nantinya akan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat. Ia menambahkan bahwa Pemprov DKI terus berupaya untuk meningkatkan jumlah kelompok masyarakat yang mendapatkan layanan transportasi umum secara gratis.
"Karena ada 15 golongan yang terus kita tambah untuk kita gratiskan, sehingga dengan demikian siapapun yang nanti mengalami kenaikan tarif, pastilah orang-orang yang mampu untuk itu. Sementara 15 golongan tersebut, sekarang saya sudah minta untuk digalakkan dan tetap kita gratiskan," kata Pramono.