Setelah Kebakaran Tebet, Pramono Anung Siapkan Bantuan Bagi Korban

Empat orang tewas dalam kebakaran di Jalan Rasamala II, Tebet. Pramono Anung menyiapkan bantuan dan pemakaman.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Setelah Kebakaran Tebet, Pramono Anung Siapkan Bantuan Bagi Korban
Kebakaran di Tebet. (Antara)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan bantuan bagi keluarga korban Kebakaran Tebet yang menewaskan empat orang di Jalan Rasamala II RT 09 RW 1, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026).

Ia menyebut proses identifikasi korban sudah berlangsung. "Memang betul ada 4 orang yang tewas, 3 orang sudah teridentifikasi, 1 orang belum. 2 orang ini lansia, umurnya 70, kemudian ada yang 40," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026).

Menurut keterangan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan yang dikutip dari Antara, laporan kebakaran diterima pukul 03.20 WIB. Sebanyak 86 personel dikerahkan, dan hingga pukul 05.02 WIB petugas masih melakukan pendinginan.

Pramono mengatakan telah menerima laporan langsung dari Dinas Gulkarmat DKI Jakarta terkait peristiwa tersebut. Ia juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terlibat dalam penanganan pascakejadian.

"Dan tentunya saya sudah meminta kepada Dinas Damkar dan juga OPD terkait untuk memberikan bantuan sepenuhnya. Termasuk pemakaman bagi 3 orang yang sudah teridentifikasi dan 1 yang belum teridentifikasi. Itu yang kami lakukan," ujar Pramono.

Ia menambahkan pemerintah provinsi masih menelusuri sumber api. "Dan sekarang lagi dilakukan pendalaman apa sumber kebakaran yang ada," ucap dia.

Kronologi Kebakaran Tebet dan Temuan Awal

Keterangan lapangan disampaikan Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal. Pernyataannya dikutip dari Antara.

"Empat orang meninggal dan satu orang terluka," kata Kepala Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal di Jakarta.

Hingga pukul 05.02 WIB, kebakaran masih dalam tahap pendinginan. "Status kuning atau masih proses pendinginan," tuturnya.

Menurut keterangan saksi, peristiwa berawal dari teriakan kebakaran dari indekos sebelah dan asap yang masuk ke kamar, sehingga penghuni indekos keluar menyelamatkan diri. "Dugaan api terjadi dari bagian kos sebelah dari bagian bawah ruang mesin fotokopi," ucapnya.

Empat korban tewas masing-masing berinisial RA (68), SH (77), RPW (40), dan seorang penghuni indekos laki-laki yang belum diketahui identitasnya. Sementara satu korban luka berinisial G (25).

Rekomendasi