Pramono Ungkap 2 Kebutuhan Dasar Warga yang Tak Boleh Terganggu

Menurut Pramono, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga kurang mampu.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi - Reporter
Pramono Ungkap 2 Kebutuhan Dasar Warga yang Tak Boleh Terganggu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi meluncurkan sistem pembayaran tiket dengan menggunakan kartu kredit nirsentuh (EMV Contactless) di Stasiun MRT Bundaran HI Bank Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). (Foto: Liputan6.com/Winda Nelfira).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pendidikan dan kesehatan merupakan dua kebutuhan dasar masyarakat Jakarta yang tidak boleh terganggu. Pemprov DKI Jakarta pun menyiapkan sejumlah program untuk memastikan akses masyarakat terhadap kedua sektor tersebut.

"Pemerintah DKI Jakarta mengutamakan warga mana pun yang tidak mampu selama dia menjadi bagian dari warga Jakarta, maka dia mendapat apa yang dinamakan dari KJP, Kartu Jakarta Pintar," ujar Pramono di Balai Kota, Rabu (19/8/2026).

Pramono mengatakan saat ini sebanyak 707.420 siswa menerima KJP. Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3. Selain itu, pemerintah menggratiskan biaya sekolah.

"Enggak ada provinsi lain yang sepenuh Jakarta ini. Bahkan, selain seluruh sekolah negeri kita gratiskan, sekarang sekolah swasta ada 155 sekolah swasta yang kita gratiskan. Termasuk, termasuk sekolah swasta keagamaan, mode pesantren dan sebagainya," papar Pramono.

Menurut Pramono, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga kurang mampu.

Pemprov DKI Jakarta juga menjalankan program Pemutihan Ijazah bagi keluarga tidak mampu yang terkendala mengambil ijazah.

"Hanya di DKI yang namanya program pemutihan ijazah, bagi siapa pun keluarga yang tidak mampu, yang tidak bisa mengambil ijazah, yang sudah bertahun-tahun maka pemerintah lah yang akan mengambilkan ijazahnya," ucap dia.

"Karena enggak mungkin orang enggak bisa ngambil ijazah itu dari keluarga yang mampu, enggak mungkin, pasti ini keluarga tidak mampu. Dan itulah pemerintah atau negara hadir untuk membantu ini," sambung Pramono.

 

Kesehatan Juga Jadi Prioritas

Selain pendidikan, Pramono menegaskan kesehatan juga menjadi prioritas yang harus tetap dapat diakses masyarakat Jakarta.

"Di Jakarta ini sekarang ini ada 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 pembantu puskesmas. Dan semuanya memberikan fasilitas gratis bagi masyarakat yang datang dan berobat," kata dia.

"Termasuk BPJS, walaupun berat, tapi dua inilah yang saya katakan, masyarakat terbawah tidak boleh terganggu, hal yang berkaitan dengan pendidikan, hal yang berkaitan dengan kesehatan," sambung Pramono.

Pramono meyakini akses terhadap pendidikan dan kesehatan dapat membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperbaiki kondisi keluarganya.

"Karena saya meyakini dengan pendidikan dan kesehatan itulah kalau kemudian anak-anak Jakarta mendapatkan kesempatan untuk sekolah lebih tinggi, maka mereka pasti bisa menjadi orang yang merubah atau lokomotif atau penarik dalam keluarganya," jelas Pramono.

Rekomendasi