Program Makan Bergizi Gratis Gerindra Diklaim Ciptakan Jutaan Lapangan Kerja
Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi membuka jutaan lapangan kerja, menyoroti dampak positif yang luput dari perhatian publik.
Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar dalam menciptakan jutaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Pernyataan ini disampaikan di kawasan Jakarta Pusat pada Sabtu (27/6), menyoroti dampak positif program yang kerap luput dari perhatian publik.
Banong menjelaskan, setiap dapur yang beroperasi dalam program MBG diperkirakan membutuhkan sekitar 50 orang tenaga kerja untuk menjalankan aktivitasnya. Dengan estimasi 27 ribu dapur yang akan tersebar, total lapangan kerja yang terbuka bisa mencapai hampir 1,3 juta posisi.
Angka penciptaan lapangan kerja ini, menurutnya, setara dengan kapasitas penyerapan tenaga kerja di sektor pabrik yang padat karya. Ia menyayangkan bahwa manfaat ekonomi yang signifikan ini seringkali terabaikan di tengah berbagai perdebatan mengenai implementasi program tersebut.
Potensi Lapangan Kerja dari Dapur MBG
Bahtra Banong secara spesifik memaparkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dengan asumsi 50 pekerja per dapur dan 27 ribu dapur yang tersebar di seluruh Indonesia, program ini secara langsung akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang masif.
Penciptaan lapangan kerja sebanyak 1,3 juta orang ini menjadi indikator kuat bahwa MBG memiliki dimensi ekonomi yang patut diperhitungkan. Jumlah tersebut, lanjut Banong, bisa disandingkan dengan kemampuan industri manufaktur dalam menyerap pekerja, menunjukkan skala dampak yang substansial.
Ia juga menyayangkan narasi publik yang cenderung menyoroti aspek carut-marut atau ketidaktepatan sasaran dalam pengelolaan MBG. Padahal, di balik isu-isu tersebut, terdapat kemanfaatan besar yang perlu dicermati, terutama dalam konteks penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan.
Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat di berbagai daerah. Dampak ekonomi ini menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan visi kesejahteraan yang diusung.
Dukungan Publik dan Manfaat Program
Dampak positif Program Makan Bergizi Gratis juga tercermin dari hasil survei terbaru yang dilakukan oleh Pusat Polling (Puspoll) Indonesia. Survei yang dilaksanakan pada periode 18-26 Mei 2026 ini menunjukkan tingkat dukungan yang tinggi dari masyarakat.
Sebanyak 55,5 persen responden menyatakan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis, sebuah angka yang signifikan. Selain itu, hasil survei juga mengindikasikan bahwa MBG dinilai sebagai salah satu program pemerintah yang paling dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat luas.
Banong menegaskan bahwa temuan survei ini membantah framing publik yang masif belakangan ini, yang seolah-olah menghendaki penghentian MBG atau menganggap manfaatnya kecil. Data ini justru menunjukkan bahwa program tersebut memiliki resonansi positif di kalangan masyarakat.
Menurutnya, dukungan kuat dari masyarakat ini merupakan indikator baik dan cerminan positif atas kinerja pemerintahan Presiden Prabowo yang akan datang. Hal ini menunjukkan bahwa program-program pro-rakyat memiliki tempat di hati masyarakat.
Metodologi Survei dan Validitas Data
Survei yang dilakukan oleh Puspoll Indonesia untuk mengukur persepsi publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis menggunakan metodologi yang terukur dan akuntabel. Jumlah sampel yang digunakan dalam survei ini adalah sebanyak 2.400 responden.
Dengan jumlah sampel tersebut, survei memiliki margin of error kurang lebih 2 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa hasil survei memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Proses pemilihan sampel dilakukan secara acak (probability sampling) dengan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling). Metode ini memperhatikan distribusi antara wilayah urban dan rural, serta proporsionalitas jumlah sampel dengan jumlah pemilih di setiap provinsi.
Validitas data yang diperoleh dari survei ini memberikan landasan yang kuat untuk memahami pandangan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Ini juga memberikan perspektif yang seimbang terhadap berbagai diskusi dan opini yang berkembang di ruang publik.
Sumber: AntaraNews