Prabowo: Program Makan Bergizi Gratis Proyeksikan Serap 1,5 Juta Pekerja, Dorong Ekonomi Lokal
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menyerap 1,5 juta pekerja, sekaligus menggerakkan ekonomi desa melalui rantai pasok lokal.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan kabar baik terkait dampak ekonomi dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proyeksi menunjukkan program ini akan menyerap sekitar 1,5 juta pekerja di seluruh Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Jumat pagi. Ia memaparkan perkembangan terbaru pelaksanaan MBG yang tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi masyarakat.
Program MBG juga didesain untuk membuka peluang kerja yang luas, terutama melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Inisiatif ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian dari tingkat akar rumput.
Ekspansi SPPG dan Penciptaan Lapangan Kerja
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis telah menciptakan lebih dari satu juta lapangan kerja hingga saat ini. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan perluasan program.
Target akhir program ini adalah mencapai 1,5 juta pekerja yang terlibat setiap hari dalam operasional dapur MBG. Setiap dapur SPPG diperkirakan akan mempekerjakan sekitar 50 orang.
Pada Jumat pagi, fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik kepolisian telah diresmikan. Total fasilitas SPPG yang ditargetkan selesai nantinya mencapai lebih dari 1.100 unit.
Saat ini, program MBG telah didukung oleh lebih dari 23 ribu dapur SPPG yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pada puncaknya, program ini menargetkan dukungan dari lebih dari 30 ribu dapur.
Stimulus Ekonomi Lokal dan Rantai Pasok Pangan
Selain penyerapan tenaga kerja langsung, Program Makan Bergizi Gratis juga memberikan dorongan signifikan bagi ekonomi lokal. Setiap dapur SPPG diperkirakan mendongkrak munculnya lima hingga sepuluh pemasok bahan pangan.
Pemasok bahan pangan ini melibatkan petani dan peternak di tingkat lokal, mulai dari petani sayur dan ikan. Peternak ayam, kambing, dan sapi perah juga menjadi bagian integral dari rantai pasok ini.
Presiden Prabowo menekankan bahwa hal ini menciptakan pasar tetap dan terjamin bagi hasil produksi mereka. "Ekonomi di desa hidup," ujarnya, menyoroti dampak positif pada komunitas pedesaan.
Beberapa kepala daerah telah melaporkan adanya dinamika pertumbuhan ekonomi di wilayah mereka. Pertumbuhan ini didukung oleh aktivitas Program Makan Bergizi Gratis, khususnya di sektor pertanian dan rantai pasok pangan lokal.
Kualitas Fasilitas dan Proyeksi Manfaat Program
Presiden Prabowo mengaku terkesan dengan kualitas fasilitas SPPG yang telah diresmikan. Fasilitas tersebut menggunakan peralatan produksi dalam negeri yang canggih.
Peralatan ini menjamin kebersihan air, peralatan makan, serta pengelolaan limbah program secara efektif. Aspek kebersihan dan sanitasi menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG.
Pada puncak pelaksanaannya, Program Makan Bergizi Gratis ditargetkan menjangkau lebih dari 82 juta penerima manfaat. Ini menunjukkan skala besar dari dampak sosial dan ekonomi yang diharapkan.
Melalui pendekatan holistik ini, MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Program ini juga menjadi motor penggerak ekonomi yang kuat, menciptakan lapangan kerja dan menghidupkan sektor pertanian lokal.
Sumber: AntaraNews