Unhas Tegaskan Hoaks Sanksi Mahasiswa Pengkritik MBG Tidak Benar
Universitas Hasanuddin (Unhas) membantah keras narasi hoaks sanksi drop out bagi mahasiswa pengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG), menegaskan komitmennya terhadap kebebasan akademik dan kritik membangun.
Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan tegas membantah narasi yang beredar di media sosial mengenai sanksi drop out atau ancaman skorsing terhadap mahasiswa. Narasi tersebut menyebutkan bahwa sanksi ini diberikan kepada mahasiswa yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan kampus. Pihak Unhas memastikan bahwa informasi tersebut adalah fitnah dan hoaks yang tidak berdasar.
Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Unhas, Ishaq Rahman, di Makassar pada Minggu (14/6), menyatakan bahwa disinformasi ini berpotensi merugikan reputasi institusi. Berita hoaks yang tersebar luas di berbagai akun media sosial dapat berdampak negatif pada ribuan sivitas akademika serta entitas terkait lainnya. Unhas berkomitmen menjaga nama baik dan integritasnya di mata publik.
Kemunculan berita hoaks sanksi mahasiswa Unhas ini bermula setelah aksi unjuk rasa mahasiswa di Rektorat Unhas pada Kamis (11/6) lalu. Aksi tersebut, meskipun sempat diwarnai insiden kecil yang merusak fasilitas kampus, secara keseluruhan berlangsung damai. Pihak Humas Unhas telah menerima perwakilan mahasiswa dan memberikan penjelasan komprehensif atas kritik serta pertanyaan yang disampaikan.
Klarifikasi Resmi Unhas Terkait Hoaks Sanksi Mahasiswa
Setelah aksi damai tersebut, informasi palsu mulai menyebar luas, mengklaim bahwa sebanyak 28 mahasiswa Unhas telah dijatuhi sanksi drop out. Selain itu, beberapa mahasiswa lainnya disebut-sebut menerima ancaman skorsing dari pihak kampus. Narasi hoaks ini kemudian menjadi viral dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat serta sivitas akademika.
Ishaq Rahman menjelaskan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memutarbalikkan fakta. Mereka membangun narasi baru melalui proses 'information spinning', di mana fakta-fakta yang sebenarnya tidak berkaitan dibuat seolah-olah memiliki hubungan. Hal ini menciptakan kebingungan dan menyebarkan informasi yang salah secara sistematis kepada publik.
Secara faktual, Ishaq menegaskan bahwa tidak ada sanksi drop out atau skorsing yang diberikan kepada mahasiswa. Mahasiswa yang terlibat dalam aksi unjuk rasa penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menerima tindakan disipliner tersebut. Unhas menjamin bahwa kebebasan berpendapat mahasiswa tetap dihormati dan dilindungi dalam koridor akademik.
Unhas bukanlah institusi yang antikritik; sebaliknya, kampus ini sangat terbuka terhadap masukan dan kritik membangun. Pihak universitas selalu mendorong dialog konstruktif sebagai bagian dari proses pengembangan dan perbaikan berkelanjutan. Kritik dipandang sebagai elemen penting untuk mencapai kemajuan institusional.
Keterlibatan Unhas dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas nasional yang digagas oleh pemerintah, bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui perbaikan gizi dan pencegahan stunting. Unhas terlibat dalam program ini sebagai wujud nyata dari tanggung jawab sosial perguruan tinggi. Partisipasi ini didasarkan pada paradigma Kampus Berdampak, serta melalui pertimbangan akademik dan rasional yang matang.
Berbagai riset kesehatan, baik di dalam maupun luar negeri, telah menunjukkan bahwa pendekatan intervensi gizi memiliki dampak signifikan. Pendekatan ini jauh lebih efektif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dibandingkan dengan investasi pada infrastruktur pendidikan semata. Program MBG sendiri menargetkan peserta didik dari PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, dengan uji coba yang telah dilakukan sejak Agustus 2024 dan akan dimulai secara penuh pada Januari 2025.
Keterlibatan Unhas dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga diikuti dengan pendekatan baru yang inovatif. Langkah ini merupakan kebijakan resmi dan transparan yang dapat dikritisi oleh siapa pun. Unhas berharap bahwa setiap kritik yang membangun akan membuka ruang bagi perbaikan berkelanjutan, menunjukkan komitmen Unhas terhadap akuntabilitas dan peningkatan kualitas program.
Melalui klarifikasi ini, Unhas berharap masyarakat dan seluruh sivitas akademika tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks. Penting bagi semua pihak untuk selalu memverifikasi informasi sebelum mempercayainya atau menyebarkannya lebih lanjut. Unhas akan terus berupaya memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada publik, sekaligus menjunjung tinggi kebebasan akademik.
Sumber: AntaraNews