PDAM Salurkan Bantuan Ekonomi Santri Korban Kebakaran di Lombok Tengah
Santri korban kebakaran di Lombok Tengah kini bisa bernapas lega. PDAM setempat menyalurkan bantuan ekonomi dan pengobatan, memastikan kelanjutan hidup dan pemulihan mereka.
Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan ekonomi dan pengobatan bagi santri korban kebakaran di Kecamatan Batukliang Utara. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dan PDAM untuk meringankan beban keluarga korban yang menghadapi kesulitan ekonomi pasca musibah.
Bantuan tersebut mencakup penyediaan kandang dan ayam petelur sebagai modal usaha, serta dukungan untuk kelanjutan pengobatan kedua santri yang mengalami luka bakar parah. Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden ini dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir membantu.
Kesulitan biaya telah menyebabkan pengobatan santri sempat terhenti, sehingga bantuan ini diharapkan dapat memastikan mereka mendapatkan penanganan medis yang layak dan juga membantu pemulihan ekonomi keluarga. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan PDAM Lombok Tengah ini menjadi angin segar bagi keluarga yang terdampak.
Komitmen Pemda dan PDAM untuk Pemulihan Santri
Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah turut merasakan kesedihan dan keprihatinan atas musibah yang menimpa anak-anak tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memberikan perhatian dan membantu meringankan beban keluarga korban.
Nursiah menambahkan, selain bantuan ekonomi, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga berkomitmen untuk membantu kelanjutan pengobatan korban yang sempat terhenti karena keterbatasan biaya. "Insya Allah hari Senin korban akan kami bawa ke Rumah Sakit Provinsi NTB untuk melanjutkan pengobatan," ujarnya.
Pengobatan kedua santri sebelumnya terhenti karena biaya tidak lagi ditanggung oleh BPJS, sehingga keluarga kesulitan untuk melanjutkannya. Untuk pembiayaan selanjutnya, PDAM Lombok Tengah sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pembina wilayah Batukliang Utara, akan turut membantu.
Direktur Utama PDAM Lombok Tengah, Bambang Supratomo, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendampingi proses pengobatan korban hingga mendapatkan penanganan yang lebih baik. "Kami akan melakukan koordinasi bersama pemerintah desa dan puskesmas untuk mendampingi proses pengobatan korban," kata Bambang.
Pemberdayaan Ekonomi Melalui Bantuan Produktif
Selain bantuan pengobatan, PDAM Lombok Tengah juga menyerahkan bantuan CSR berupa sembako serta kandang dan ayam petelur kepada keluarga korban. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi, yang diharapkan dapat membantu keluarga korban memiliki sumber penghasilan.
Bambang Supratomo menjelaskan bahwa bantuan produktif ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan pencegahan stunting di wilayah tersebut. "Alhamdulillah hari ini bisa kami salurkan kepada dua santri korban musibah kebakaran," tambahnya.
Kondisi ekonomi keluarga korban memang sangat memprihatinkan, bahkan untuk biaya transportasi menuju rumah sakit saja mereka kerap mengalami kesulitan. "Tadi saya mendengar langsung cerita dari ibunya. Untuk biaya ojek ke rumah sakit saja mereka kesulitan," ungkap Bambang, menggambarkan betapa mendesaknya bantuan ini.
Kondisi Korban dan Penanganan Kasus Kebakaran
Kedua santri tersebut mengalami luka bakar yang cukup parah. Menurut informasi, luka bakar tersebut diduga disebabkan oleh tindakan teman mereka yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) saat berada di asrama pondok pesantren tempat mereka sekolah.
Kasus kebakaran yang mengakibatkan cedera serius pada santri ini sedang dalam penanganan pihak kepolisian. Polres Lombok Tengah saat ini tengah menyelidiki insiden tersebut untuk mengungkap fakta dan memastikan keadilan bagi para korban.
Sumber: AntaraNews