Kopdes Merah Putih Pemasok MBG: Ekonom Ungkap Syarat Penting untuk Keberlanjutan Program
Ekonom CORE Indonesia menyoroti pentingnya Kopdes Merah Putih penuhi sejumlah syarat krusial agar dapat berperan optimal sebagai pemasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara berkelanjutan.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menekankan pentingnya Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih memenuhi berbagai persyaratan. Ini diperlukan sebelum Kopdes Merah Putih menjalankan perannya sebagai pemasok utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya berkelanjutan.
Menurut Yusuf, Kopdes Merah Putih memiliki potensi besar untuk menjadi off taker sekaligus pemasok bahan baku MBG. Potensi ini didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengamanatkan prioritas produk lokal dan keterlibatan koperasi dalam rantai pasok program.
Namun demikian, kesiapan kelembagaan saja tidaklah cukup untuk menjamin keberhasilan. Ada beberapa prasyarat mendasar yang harus dipenuhi oleh Kopdes Merah Putih sebelum ditugaskan sebagai pemasok utama.
Kesiapan Kelembagaan dan Rekam Jejak Usaha Kopdes Merah Putih
Yusuf Rendy Manilet menjelaskan, syarat pertama yang krusial adalah penugasan harus didasarkan pada rekam jejak usaha yang terbukti. Hal ini bukan sekadar status badan hukum koperasi semata.
Koperasi yang akan dilibatkan dalam Program MBG harus memiliki pengalaman usaha yang memadai. Mereka juga perlu menunjukkan kemampuan operasional yang solid. Ini penting agar mampu memenuhi kebutuhan pasokan secara berkelanjutan dan tanpa hambatan.
Pengalaman dan kapasitas operasional yang teruji akan memastikan Kopdes Merah Putih dapat menjalankan fungsinya secara efektif. Ini juga menjamin pasokan bahan pangan untuk MBG tidak terganggu.
Optimalisasi Agregasi dan Distribusi Bahan Pangan
Syarat kedua yang tak kalah penting adalah kapasitas agregasi hasil pertanian, penyimpanan, dan distribusi. Kapasitas ini harus benar-benar berfungsi optimal di lapangan.
Koperasi harus mampu menghimpun hasil produksi dari masyarakat petani secara efisien. Selain itu, mereka wajib menjaga ketersediaan stok bahan pangan dengan baik. Ini untuk mengantisipasi fluktuasi pasokan.
Lebih lanjut, Kopdes Merah Putih juga harus memastikan proses distribusi berjalan tepat waktu. Ketepatan waktu ini krusial untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan yang akan disalurkan.
Standar Keamanan Pangan dan Tata Kelola Koperasi
Pemenuhan standar keamanan pangan dan konsistensi mutu produk menjadi syarat ketiga yang mutlak. Mengingat Program MBG menyasar anak-anak sekolah, kualitas bahan pangan tidak boleh bervariasi.
Kualitas yang konsisten dan aman akan sangat mempengaruhi keberhasilan program. Ini juga demi menjaga kesehatan para penerima manfaat.
Selain itu, penguatan tata kelola dan sumber daya manusia koperasi merupakan syarat keempat. Banyak koperasi masih menghadapi keterbatasan kompetensi manajerial dan operasional.
Oleh karena itu, pendampingan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi sangat dibutuhkan. Ini untuk memastikan Kopdes Merah Putih memiliki manajemen yang profesional dan efisien.
Dukungan Modal Kerja Kunci Keberlanjutan Kopdes Merah Putih
Di samping empat syarat utama tersebut, Yusuf Rendy Manilet juga menyoroti pentingnya dukungan modal kerja bagi koperasi. Fungsi sebagai off taker mengharuskan koperasi membeli hasil panen dari petani.
Koperasi kemudian menyimpan stok dan menunggu pembayaran dari pembeli akhir, yaitu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan modal kerja yang terbatas, keterlambatan pembayaran dari SPPG dapat mengganggu likuiditas koperasi.
Situasi ini berpotensi menghentikan aktivitas usaha Kopdes Merah Putih secara keseluruhan. Pemerintah perlu memastikan kesiapan usaha koperasi secara menyeluruh sebelum penugasan sebagai pemasok MBG.
Pemerintah menargetkan Kopdes Merah Putih dapat berperan sebagai off taker produk pertanian, perikanan, peternakan, dan komoditas desa lainnya. Produk-produk ini akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan Program MBG.
Keterlibatan Kopdes Merah Putih diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi. Selain itu, ini akan memperkuat posisi tawar produsen di tingkat desa. Program ini juga diharapkan meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sumber: AntaraNews