Pemkab Dompu Percepat Pembangunan 17 Gerai Koperasi Desa Merah Putih, Perkuat Ekonomi Lokal
Pemerintah Kabupaten Dompu mempercepat pembangunan 17 Gerai Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat rantai pasok dan distribusi, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa.
Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, tengah mempercepat pembangunan 17 Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasok dan distribusi barang di wilayah tersebut. Percepatan ini diharapkan dapat segera memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Dompu, Wahyono, menyatakan bahwa beberapa gerai sudah hampir rampung dan siap beroperasi dalam waktu dekat. Pembangunan ini mendapat dukungan penuh dari PT Agrinas Pangan Nusantara. Perusahaan ini merupakan BUMN hasil transformasi dari PT Yodia Karya.
Proyek strategis ini didanai oleh pemerintah pusat dan melibatkan partisipasi aktif KDKMP serta masyarakat setempat. Keberadaan gerai-gerai ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, program ini juga memperluas peluang usaha di tingkat desa.
Dukungan dan Anggaran Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih
Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Dompu mendapatkan dukungan signifikan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah PT Agrinas Pangan Nusantara, sebuah BUMN yang berperan penting dalam transformasi ini. Keterlibatan BUMN ini menunjukkan komitmen serius terhadap pengembangan ekonomi desa.
Setiap gerai dibangun dengan luas 6 are di atas lahan seluas 6 hingga 10 are. Lahan yang dimanfaatkan merupakan aset pemerintah daerah. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan pencatatan aset berjalan tertib dan sesuai prosedur.
Anggaran pembangunan fisik dan pengadaan peralatan untuk setiap gerai ditaksir mencapai Rp1,6 miliar. Dana ini belum termasuk kebutuhan pengadaan barang dagangan awal. Sumber pendanaan utama berasal dari pemerintah pusat, dengan pelaksanaan melibatkan KDKMP dan masyarakat.
Fungsi dan Dampak Gerai Koperasi Desa Merah Putih
Kehadiran Gerai Koperasi Desa Merah Putih ini dirancang untuk tidak mematikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Justru sebaliknya, gerai ini berfungsi sebagai pusat distribusi atau grosir. Tujuannya adalah memasok kebutuhan barang ke toko dan kios milik masyarakat.
Wahyono menjelaskan bahwa gerai KDKMP berperan sebagai grosir, bukan pengecer. Hal ini memastikan bahwa keberadaan mereka tetap mendukung ekosistem UMKM yang sudah ada di Dompu. Konsep ini diharapkan menciptakan sinergi positif antar pelaku ekonomi.
Secara kelembagaan, total 81 KDKMP telah terbentuk di Kabupaten Dompu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 KDKMP sudah aktif menjalankan kegiatan usaha. Sisanya masih dalam tahap persiapan, terutama terkait penyediaan lahan yang menjadi kunci operasional.
Target dan Optimisme Pemerintah Daerah
Program Gerai Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian integral dari prioritas nasional yang lebih luas. Berbagai pihak terlibat dalam pelaksanaannya, termasuk unsur TNI dan Polri. Keterlibatan ini menunjukkan komitmen lintas sektor untuk menyukseskan program.
Selain memperkuat distribusi barang, program ini memiliki tujuan mulia lainnya. Diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Dompu. Selain itu, program ini juga berupaya memperluas peluang usaha di tingkat desa.
Pemerintah daerah menyatakan optimisme tinggi terhadap percepatan pembangunan gerai KDKMP ini. Mereka yakin bahwa inisiatif ini dapat mendorong kemandirian ekonomi desa secara signifikan. Peningkatan efisiensi distribusi barang kebutuhan masyarakat juga menjadi target utama, khususnya di wilayah Dompu.
Sumber: AntaraNews