KDKMP Palu: 46 Koperasi Siap Perkuat Ekonomi Lokal dengan Target Maret 2026
Pemerintah Kota Palu mendorong 46 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Palu untuk segera mengoptimalkan kegiatan usaha, menargetkan operasional penuh pada Maret 2026 demi penguatan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah, mengumumkan bahwa 46 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di ibu kota Sulawesi Tengah mulai mempersiapkan kegiatan usaha. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu, Zulkifli, mengungkapkan bahwa sebagian besar KDKMP ini fokus pada sektor penjualan bahan pangan dan layanan simpan pinjam. Semua koperasi tersebut telah memiliki akta pendirian resmi dari pemerintah, menunjukkan legalitas operasional mereka.
Percepatan pembangunan gerai menjadi prioritas utama, dengan target operasional maksimal pada Maret 2026, sesuai instruksi Presiden RI Prabowo Subianto. Hal ini menegaskan komitmen serius pemerintah terhadap program nasional ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Perkembangan dan Jenis Usaha KDKMP Palu
Zulkifli menjelaskan bahwa 46 KDKMP ini tersebar di setiap kelurahan di Kota Palu, yang masing-masing telah mengantongi akta pendirian. Legalitas ini menjadi dasar penting bagi setiap koperasi untuk menjalankan aktivitas bisnisnya secara resmi dan terstruktur.
Hingga saat ini, empat KDKMP telah berhasil membuka gerai mereka, menunjukkan progres nyata di lapangan. Koperasi tersebut berlokasi di Kelurahan Besusu Tengah, Besusu Barat, Tipo, dan Kayumalue Ngapa, yang menjadi contoh keberhasilan awal program ini.
Selain empat gerai yang sudah beroperasi, dua koperasi lainnya juga telah memulai peletakan batu pertama untuk pembangunan gerai mereka. Ini menandakan bahwa momentum pengembangan KDKMP Palu terus berlanjut dengan baik, dengan lebih banyak gerai yang akan segera beroperasi.
Fokus utama usaha yang dijalankan KDKMP Palu adalah penjualan bahan pangan dan layanan simpan pinjam. Model bisnis ini dipilih karena relevan dengan kebutuhan dasar masyarakat dan memiliki potensi perputaran ekonomi yang cepat, sehingga dapat segera memberikan dampak positif bagi anggota koperasi dan masyarakat sekitar.
Dukungan Pemerintah dan Target Nasional
Program KDKMP ini merupakan salah satu program prioritas nasional yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Tujuannya adalah untuk mempercepat pembangunan gerai agar dapat beroperasi secara maksimal dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian.
Pemerintah Kota Palu, melalui Dinas Koperasi dan UMKM, terus melakukan penguatan kelembagaan koperasi. Langkah ini krusial untuk memastikan setiap KDKMP beroperasi secara kuat, transparan, dan akuntabel, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap koperasi dapat terjaga.
Penguatan kelembagaan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan KDKMP sebagai pilar penguatan ekonomi desa. Dengan demikian, langkah-langkah percepatan implementasi terus diupayakan oleh Pemkot Palu untuk mencapai tujuan program ini.
Data KDKMP di Sulawesi Tengah
Secara lebih luas, di seluruh Sulawesi Tengah, telah terbentuk sebanyak 1.981 KDKMP di 13 kabupaten/kota. Semua koperasi ini telah memiliki legalitas lengkap, menunjukkan cakupan program yang masif dan terorganisir di tingkat provinsi.
Jumlah KDKMP ini disesuaikan dengan total desa dan kelurahan yang ada di Sulawesi Tengah, yakni 1.842 desa dan 175 kelurahan. Data ini menunjukkan upaya merata dalam pembentukan koperasi di seluruh wilayah, menjangkau berbagai komunitas.
Menariknya, terdapat 70 desa yang bergabung untuk membentuk 34 koperasi. Ini menunjukkan fleksibilitas dalam pembentukan KDKMP, memungkinkan desa-desa kecil untuk bersinergi demi kekuatan ekonomi yang lebih besar dan efisiensi operasional.
Sumber: AntaraNews