Prediksi Pergerakan Harga Emas Pekan Ini, Bakal Naik?
Survei mingguan Kitco News menunjukkan bahwa pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang pertemuan The Fed.
Sepanjang pekan lalu, harga emas dunia mengalami fluktuasi yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari yang diperkirakan, ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, dan ekspektasi akan kebijakan suku bunga yang tetap tinggi dari Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Kitco News pada Senin (15/6), harga emas spot sempat melonjak hingga mencapai USD 4.362,94 per ons di awal pekan. Namun, setelah Iran menyampaikan bahwa operasi militer terhadap Israel akan berakhir dan inflasi AS tercatat 4,2 persen secara tahunan pada bulan Mei, harga emas mengalami penurunan yang tajam.
Logam mulia ini bahkan mencapai level terendah mingguan di angka USD 4.023,10 per ons pada hari Rabu, sebelum akhirnya pulih dan ditutup di level USD 4.210,52 per ons pada akhir pekan.
Survei mingguan Kitco News menunjukkan bahwa pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang pertemuan The Fed. Di sisi lain, sentimen investor ritel beralih menjadi bearish saat harga emas mendekati level USD 4.000 per ons.
Adrian Day dari Adrian Day Asset Management berpendapat bahwa harga emas mungkin sudah mencapai titik terendahnya.
"Naik. Probabilitasnya, meskipun tidak terlalu besar, menunjukkan bahwa emas kemungkinan telah mencapai titik terendahnya. Seiring konflik Iran mendekati akhir, dolar AS akan kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset safe haven, dan hal itu akan menjadi positif bagi emas. Selain itu, penurunan harga minyak akan mengurangi tekanan untuk kenaikan suku bunga."
Dengan pernyataan tersebut, dia menunjukkan optimisme meskipun ada tantangan yang dihadapi.
Di sisi lain, David Morrison, analis pasar senior dari Trade Nation, memiliki pandangan yang lebih hati-hati mengenai prospek emas dalam waktu dekat.
"Jika kesepakatan damai tercapai dan hal itu menyebabkan penurunan signifikan dolar AS, yang belum tentu terjadi, maka emas dapat kembali menguat seiring membaiknya sentimen pasar. Namun untuk saat ini, meskipun reli kemarin cukup kuat, emas masih berada di zona berbahaya."
Pandangannya mencerminkan ketidakpastian yang ada di pasar saat ini.
Hasil Survei Kitco
Survei mingguan yang dilakukan oleh Kitco News menunjukkan bahwa para pelaku pasar masih bersikap hati-hati terhadap prospek harga emas di pekan ini. Dari total 17 analis yang berpartisipasi, sebanyak 11 analis atau 65 persen memilih untuk menunggu petunjuk mengenai arah kebijakan dari Federal Reserve (The Fed).
Sementara itu, ada empat analis atau 24 persen yang memperkirakan harga emas akan mengalami penguatan, dan dua analis lainnya atau 12 persen memprediksi bahwa harga emas akan melemah.
Di sisi lain, sentimen dari investor ritel juga terlihat negatif. Dari 70 responden yang mengikuti jajak pendapat daring Kitco, sebanyak 34 orang atau 49 persen memperkirakan bahwa harga emas akan turun pada pekan depan.
Di samping itu, sebanyak 27 investor atau 39 persen memprediksi bahwa harga emas akan naik, sementara sembilan responden atau 13 persen menilai bahwa pergerakan harga emas saat ini masih sulit untuk diprediksi. Hal ini menunjukkan bahwa ketidakpastian masih membayangi pasar emas, dan banyak investor yang memilih untuk menunggu sebelum membuat keputusan investasi yang lebih besar.
Fokus Tertuju Pada Bank Sentral
Pekan depan, fokus perhatian pasar akan tertuju pada beberapa bank sentral utama di dunia, terutama pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang merupakan pertemuan pertama di bawah kepemimpinan Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru, Kevin Warsh.
Selain mengumumkan keputusan suku bunga The Fed, pelaku pasar juga akan memperhatikan data ekonomi penting dari AS, termasuk penjualan ritel, sektor perumahan, dan aktivitas manufaktur.
Pekan ini akan dimulai dengan rilis Empire State Manufacturing Survey pada hari Senin. Selanjutnya, pada Selasa dini hari, Bank of Japan akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya, diikuti oleh Reserve Bank of Australia pada pagi harinya. Pada hari yang sama, AS juga akan merilis data mengenai pembangunan rumah dan izin mendirikan bangunan untuk bulan Mei.
Di hari Rabu, pasar akan mengarahkan perhatian pada data penjualan ritel dan pending home sales di AS sebelum beralih ke keputusan kebijakan moneter The Fed dan konferensi pers yang akan dipimpin oleh ketua bank sentral AS. Kemudian, pada hari Kamis, pasar akan memantau keputusan suku bunga dari Swiss National Bank dan Bank of England, serta data aktivitas manufaktur dari wilayah Philadelphia dan klaim pengangguran mingguan di AS.