Harga Emas Diprediksi Bakal Tembus Rp3 Juta per Gram, Ini Faktor Pemicunya
Konflik geopolitik yang semakin memanas, baik di Timur Tengah maupun Eropa Timur, akan menjadi pendorong utama bagi harga emas sebagai aset yang dianggap aman.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas dan logam mulia akan mengalami fluktuasi yang signifikan pada pekan mendatang. Hal ini disebabkan oleh tekanan geopolitik global yang meningkat dan penguatan dolar AS.
Ia menjelaskan bahwa indeks dolar diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang cukup lebar, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian di berbagai belahan dunia.
Selain itu, harga minyak mentah dunia juga diperkirakan akan mengalami penguatan, terutama akibat eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah dan melibatkan beberapa negara.
"Kemudian kalau saya lihat untuk harga emas dunia kemarin ditutup di USD 4.671 per troy ounce kemudian logam mulianya di Rp2.857.000 per gram apabila terkoreksi ya di support pertama itu adalah di USD 4.543 itu kalau logam mulianya itu di Rp2.827.000 per gram."
Jika tekanan yang ada terus berlanjut, ada kemungkinan harga emas dunia akan terkoreksi hingga mencapai level support berikutnya, yang dapat menyebabkan harga logam mulia di dalam negeri turun di bawah Rp2,8 juta per gram.
Meskipun demikian, di tengah ketidakpastian ini, peluang untuk kenaikan harga emas tetap ada. Ibrahim berpendapat bahwa konflik geopolitik yang semakin memanas, baik di Timur Tengah maupun Eropa Timur, akan menjadi pendorong utama bagi harga emas sebagai aset yang dianggap aman.
Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, termasuk potensi terjadinya konflik terbuka yang melibatkan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Iran, serta kelompok milisi di kawasan tersebut, dapat mendorong lonjakan harga minyak dan memperkuat posisi dolar AS.
Kondisi ini pada gilirannya berimbas pada pelemahan nilai tukar Rupiah, yang sekaligus meningkatkan daya tarik emas sebagai investasi. Dengan demikian, para investor perlu tetap waspada terhadap perkembangan situasi global yang dapat mempengaruhi pergerakan harga emas dan logam mulia di pasar.
Kurs Dolar AS Saat Ini
"Kemudian kalau seandainya naik lagi resisten kedua itu adalah di USD 5.080 ya kemungkinan pecah telur ini kemungkinan di minggu depan pecah telur yaitu di atas USD 4.000 jadi di USD 5.080."
Ia juga menambahkan bahwa logam mulia diperkirakan akan berada di harga Rp3 juta per gram. "Logam mulianya itu di Rp3 juta per gram jadi di minggu depan kemungkinan besar pecah telur ya logam mulianya itu di harga 3 juta."
Hal ini menunjukkan optimisme terhadap pergerakan harga logam mulia dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah yang diperkirakan akan mencapai Rp17.120 per dolar AS juga menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong kenaikan harga logam mulia di dalam negeri. Selain itu, faktor geopolitik dan kebijakan moneter dari Amerika Serikat menjadi perhatian pasar.
Data ekonomi yang masih menunjukkan kinerja solid membuka kemungkinan bagi bank sentral AS untuk menahan suku bunga, yang dalam jangka pendek dapat memberikan tekanan pada harga emas. Meskipun demikian, ketegangan global dan potensi terjadinya perang dagang diperkirakan akan tetap menjadi faktor utama yang mendukung harga emas di masa mendatang.