Jelang Aksi BEM SI di DPRD Jabar, ASN Pemprov Diarahkan Kerja dari Rumah
Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terkait adanya rencana aksi unjuk rasa.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jabar untuk menerapkan sistem kerja Work From Anywhere (WFA). Kebijakan ini diberlakukan pada Rabu (17/6) mulai pukul 12.00 WIB.
Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terkait adanya rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Barat di depan Kantor DPRD Jabar.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat, Adi Komar, membenarkan ihwal diterbitkannya surat edaran tersebut.
"Iya (betul ada surat edaran tersebut)," ucap Adi Komar saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).
Surat Edaran
Berdasarkan surat edaran tersebut, kebijakan WFA diterapkan guna mendukung kelancaran pengamanan di sekitaran Gedung Sate sekaligus mengantisipasi dampak kepadatan dari aksi demonstrasi. Para pegawai diimbau untuk tidak membawa kendaraan roda empat ke area kantor.
Bagi pegawai yang terpaksa membawa mobil, mereka diarahkan untuk memarkirkan kendaraannya di kawasan Masjid Pusdai. Nantinya, akan disediakan kendaraan operasional khusus untuk mengangkut pegawai menuju kantor.
Selanjutnya, terhitung sejak pukul 12.00 WIB, seluruh pegawai diinstruksikan untuk melanjutkan pekerjaan melalui skema WFA. ASN diminta untuk tidak beraktivitas di sekitar Gedung Sate maupun Kantor DPRD Jabar jika tidak memiliki kepentingan mendesak.
"Setelah pukul 12.00 WIB, pegawai disarankan untuk menjalankan tugas kedinasan di luar kantor untuk meminimalisasi pergerakan dan kepadatan aktivitas di kawasan Gedung Sate selama aksi berlangsung," bunyi keterangan dalam surat edaran tersebut.
"Menghindari aktivitas yang tidak berkepentingan di sekitar lokasi aksi serta tetap mengikuti arahan petugas pengamanan yang bertugas di lapangan," lanjut poin edaran itu.
Pakaian Serba Hitam
Untuk diketahui, sebelumnya gelombang demonstrasi dari elemen mahasiswa dan masyarakat yang mengenakan pakaian serba hitam telah dua kali berlangsung di Kantor DPRD Jabar, yakni pada Senin (11/6) dan Kamis (15/6/2026).
Secara umum, kedua aksi tersebut berjalan dengan kondusif. Namun, pada unjuk rasa yang digelar Kamis (15/6) lalu, situasi antara massa aksi dan aparat kepolisian sempat bersitegang dan memanas buntut adanya ledakan petasan di lokasi.