Mitigasi Banjir Musim Hujan, Lanud Halim Perdanakusuma Normalisasi Waduk
Normalisasi dilakukan melalui pengerukan sedimentasi yang mengendap di dasar waduk serta pembersihan area di sekitar tampungan air.
Dalam rangka mendukung upaya pencegahan banjir serta mengurangi risiko genangan air di wilayah Jakarta, Lanud Halim Perdanakusuma melaksanakan kegiatan normalisasi waduk di lingkungan pangkalan, Senin (15/6).
Kegiatan ini merupakan langkah pemeliharaan sekaligus pemulihan fungsi waduk agar tetap optimal dalam menampung dan mengalirkan air, khususnya saat intensitas hujan meningkat pada musim penghujan.
Normalisasi dilakukan melalui pengerukan sedimentasi yang mengendap di dasar waduk serta pembersihan area di sekitar tampungan air. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas tampung waduk dan menjaga kelancaran aliran air sehingga potensi luapan yang dapat menyebabkan genangan maupun banjir dapat diminimalkan.
Siap Siaga Pengelolaan Lingkungan
Sebagai salah satu kawasan strategis di Jakarta, Lanud Halim Perdanakusuma terus berupaya menjaga kesiapsiagaan sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Pelaksanaan normalisasi waduk ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata TNI Angkatan Udara dalam mendukung mitigasi bencana serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI Ali Gusman, S.T., M.M., menegaskan bahwa upaya pencegahan banjir memerlukan langkah antisipatif yang dilakukan secara berkelanjutan dan terukur. Oleh karena itu, pemeliharaan sarana pengendalian air seperti waduk menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan wilayah terhadap dampak cuaca ekstrem.
“Normalisasi waduk ini merupakan langkah preventif yang kami lakukan untuk menjaga fungsi tampungan air agar tetap optimal. Melalui pengerukan sedimentasi dan pembersihan kawasan, kami berharap dapat meminimalkan genangan dan risiko banjir, khususnya saat musim hujan, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman dan tertata di wilayah Lanud Halim Perdanakusuma,” pungkas Danlanud.