Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bangka Tengah mengambil tindakan sigap dengan melakukan normalisasi drainase. Langkah ini diambil di Kelurahan Berok, sebagai respons atas masalah banjir yang sering terjadi di area tersebut. Kegiatan ini menjadi prioritas untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman warga.
Kepala DPUPR Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, menyatakan bahwa normalisasi ini merupakan tindak lanjut dari peninjauan lapangan. Peninjauan tersebut dilakukan di sejumlah titik drainase yang teridentifikasi bermasalah. Tujuannya adalah mengidentifikasi penyebab utama genangan dan banjir.
Setelah evaluasi mendalam, tim DPUPR fokus pada perbaikan saluran air yang tidak berfungsi optimal. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi drainase secara maksimal. Ini juga bertujuan untuk meminimalisir dampak curah hujan tinggi di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Hasil peninjauan DPUPR Bangka Tengah menunjukkan bahwa banyak saluran drainase di Kelurahan Berok tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini menjadi pemicu utama terjadinya genangan air dan banjir saat intensitas hujan meningkat. Faktor-faktor ini memerlukan penanganan segera untuk mencegah kerugian lebih lanjut.
Fani Hendra Saputra menjelaskan, masalah utama terletak pada penyempitan saluran air. Selain itu, adanya penyumbatan parah akibat sedimentasi dan tumpukan material juga memperparah kondisi. “Banyak drainase yang mengalami penyempitan dan penyumbatan, sehingga aliran air tidak lancar dan memicu terjadinya banjir saat curah hujan tinggi,” ujarnya.
Penyempitan dan penyumbatan ini menghambat laju air hujan untuk mengalir dengan lancar menuju pembuangan. Akibatnya, air meluap dan menggenangi area permukiman warga. Kondisi ini memerlukan intervensi serius dari pemerintah daerah.
Advertisement
Advertisement
Kegiatan normalisasi yang dilakukan DPUPR Bangka Tengah difokuskan pada beberapa aspek krusial. Ini termasuk pembersihan menyeluruh pada saluran air yang tersumbat. Pengerukan sedimentasi yang menumpuk juga menjadi prioritas utama dalam upaya ini.
Menurut Fani, langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan aliran air kembali berjalan optimal. Dengan demikian, kapasitas drainase untuk menampung dan mengalirkan air hujan dapat dipulihkan. Harapannya, risiko banjir dapat diminimalisasi secara signifikan.
Fokus utama normalisasi drainase ini adalah untuk melindungi kawasan permukiman warga dari ancaman banjir. Pemerintah daerah berharap, melalui upaya ini, masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman. Ini terutama saat musim hujan tiba dengan intensitas yang tinggi.
Advertisement
Advertisement
Selain upaya pemerintah, Fani Hendra Saputra juga menekankan pentingnya peran serta aktif dari masyarakat. Ia mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air. Tindakan tersebut dapat mempercepat terjadinya penyumbatan drainase dan memicu banjir.
“Penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan dan fungsi drainase,” kata Fani. Kesadaran kolektif menjadi kunci keberhasilan program normalisasi ini. Kerjasama antara pemerintah dan warga sangat dibutuhkan.
Pemerintah daerah Bangka Tengah berkomitmen penuh untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan infrastruktur drainase. Pemantauan ini akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang rawan banjir. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews