Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan inisiatif 'Makan Dengan Makna; untuk mengajak masyarakat, terutama generasi muda, kembali ke pangan lokal. Solusi atas persoalan salah gizi dan ancaman penyakit mematikan sebenarnya berada dekat dengan masyarakat, yaitu melalui bahan pangan lokal segar yang minim proses pengolahan (ultra-processed food).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa penyakit tidak menular (PTM) mematikan seperti stroke, jantung, kanker, dan gangguan ginjal dipicu oleh akumulasi pola makan buruk.
"Banyak orang merasa dirinya sehat hari ini, padahal lima atau sepuluh tahun lagi berisiko terkena stroke atau serangan jantung akibat pola makan yang buruk," ujar Budi dikutip dari Antara, Jumat (10/7).
Urgensi gerakan ini diperkuat oleh data Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Sebanyak 96,7 persen penduduk usia 5 tahun ke atas tercatat kurang mengonsumsi buah dan sayur. Sebaliknya, 33,7 persen penduduk gemar menyantap makanan manis dan 47,5 persen hobi mengonsumsi minuman manis. Akibatnya, angka obesitas usia 18 tahun ke atas melonjak dari 15,4 persen menjadi 23,4 persen.
Melihat besarnya tantangan ini, Kemenkes bersinergi dengan TikTok dan Foodbank of Indonesia untuk membudayakan hidup sehat lewat platform digital. Melalui kerja sama ini, para kreator konten diharapkan mampu mengemas edukasi pangan lokal dengan gaya yang diminati anak muda.
"Tolong bantu saya mengedukasi masyarakat dengan gaya anak muda. Buatlah pola makan sehat ini menjadi tren. Edukasikan bahwa minum kopi hitam tanpa gula itu keren, dan makan rebus-rebusan atau salad (lokal) itu gaya hidup yang trendi," pinta Menkes Budi.
Advertisement
Lebih Aman dari Risiko
Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas, Niken Wastu Palupi, menambahkan bahwa pangan lokal yang segar jauh lebih aman dari risiko kelebihan gula, garam, dan lemak (GGL). Kemenkes menetapkan batas aman harian konsumsi GGL adalah maksimal 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam, dan 5 sendok makan lemak.
Sebagai bagian dari pengendalian risiko, Kemenkes juga menggencarkan program Nutri-Level. Kebijakan ini membantu konsumen memahami dan membandingkan kandungan GGL saat berbelanja, bukan dalam bentuk pelarangan produk di pasar.
Head of Public Policy TikTok Indonesia, Noudhy Valdryno, menyatakan bahwa topik kuliner sehat lokal memiliki peminat yang sangat besar di platformnya. Hal ini terlihat dari jutaan unggahan yang membanjiri tagar populer.
"Setiap hari, jutaan pengguna datang ke TikTok untuk menemukan resep, inspirasi memasak, rekomendasi makanan, hingga berbagai cara sederhana untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat,” kata Noudhy.
Melalui kolaborasi ini, antusiasme netizen diharapkan dapat diarahkan untuk memproduksi konten pangan lokal yang inspiratif, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari demi menciptakan generasi muda yang lebih sehat.