Wajah Pak Radi tampak semringah saat menceritakan perubahan yang ia rasakan sejak Bendungan Meninting mulai mengaliri lahan pertanian di desanya, di Nusa Tenggara Barat.
Sebagai buruh tani, ia kerap menghadapi persoalan yang selama bertahun-tahun menghantui para petani di wilayah tersebut saat musim kemarau, yakni kekurangan air.
Sebelum bendungan hadir, musim kemarau merupakan masa yang paling sulit baginya. Kekurangan air membuat hasil panen tanaman yang ia budidayakan, mulai dari pisang, ubi, hingga aren, menurun drastis. Bahkan, ada kalanya ia hanya bisa memanen sekali dalam setahun.
"Kalau pas musim kering hasil tanam itu agak mengurang. Sebelum ada bendungan, sekitar satu kali panen dalam setahun, apalagi kalau musim kering," ujar Pak Radi ketika ditemui Jumat (10/7).
Namun, kekhawatiran Pak Radi perlahan sirna setelah Bendungan Meninting, salah satu dari lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada hari ini, mulai beroperasi.
Menurutnya, keberadaan bendungan tersebut membuat pasokan air menjadi jauh lebih baik sehingga para petani dapat meningkatkan frekuensi tanam dan panen.
Tidak hanya meningkatkan intensitas panen, Pak Radi juga merasakan tanaman di sawah dan ladangnya menjadi lebih subur karena kebutuhan air kini lebih tercukupi.
“Setelah ada bendungan ini, masalah air sudah banyak terbantu. Airnya sekarang sudah ada. Insyaallah sekarang bisa sekitar tiga kali panen, tanam padi, ubi, dan tanaman lainnya,” tuturnya.
Advertisement
Penopang Mata Pencaharian
Baginya, keberadaan bendungan bukan sekadar infrastruktur, melainkan penopang utama yang membantu menjaga keberlangsungan mata pencahariannya.
Oleh karena itu, ia hanya memiliki satu harapan sederhana, yakni agar pasokan air dari Bendungan Meninting terus terjaga sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat dan kesejahteraan petani ikut membaik.
“Ke depannya kami membutuhkan air yang lebih banyak supaya tanaman semakin subur,” ungkapnya.
Pak Radi juga menyampaikan apresiasi atas diresmikannya Bendungan Meninting oleh Presiden Prabowo. Ia berharap bendungan tersebut menjadi awal kemajuan bagi para petani di Lombok.
“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah meresmikan Bendungan Meninting ini. Semoga ke depan membawa kemajuan dan semakin maju lagi. Terima kasih, Bapak Presiden,” tutupnya.