Korpasgat TNI AU Pertajam Kemampuan Tempur Melalui Latihan Menembak Malam Intensif
Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU menggelar Latihan Menembak Malam di Makassar, mengasah kemampuan tempur prajurit dengan teknologi canggih untuk misi pertahanan dan penyerangan.
Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara baru-baru ini melaksanakan latihan menembak malam guna meningkatkan kapabilitas tempur pasukannya. Kegiatan penting ini berlangsung di Lapangan Tembak Atmaji Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (10/6) malam. Latihan ini dirancang untuk memastikan kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai kondisi medan, termasuk dalam kondisi minim cahaya.
Latihan menembak malam Korpasgat ini melibatkan personel gabungan dari Resimen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 2 Pasgat dan Batalyon Arhanud 23 Pasgat. Komandan Resimen Arhanud 2 Pasgat, Kolonel Pas Dadang Hermawan, memimpin langsung jalannya latihan yang krusial ini. Tujuannya adalah untuk mempertajam kemampuan individu dan tim dalam penggunaan senjata di kegelapan malam, sebuah aspek vital dalam operasi militer modern.
Pelaksanaan latihan ini merupakan bagian dari upaya Korpasgat untuk terus mengasah profesionalisme dan kesiapsiagaan prajuritnya. Dengan adanya Latihan Menembak Malam ini, Korpasgat berharap seluruh pasukan memiliki kemampuan menembak yang optimal, sehingga siap diterjunkan dalam misi pertahanan maupun penyerangan yang mungkin terjadi di masa mendatang. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya keselamatan dan prosedur standar operasional.
Detil Pelaksanaan Latihan Menembak Malam Korpasgat
Latihan menembak malam yang intensif ini diikuti oleh seluruh personel penembak gabungan dari Resimen Arhanud 2 Pasgat dan Batalyon Arhanud 23 Pasgat. Mereka berkumpul di Lapangan Tembak Atmaji Lanud Sultan Hasanuddin untuk mengasah kemampuan di bawah bimbingan Kolonel Pas Dadang Hermawan. Keterlibatan unit-unit spesialis ini menunjukkan fokus Korpasgat pada peningkatan kemampuan pertahanan udara dan tempur darat.
Dalam Latihan Menembak Malam, pasukan menggunakan senjata laras panjang jenis SS1 V1 dan SS2 V2, yang merupakan senapan serbu standar TNI. Untuk mendukung operasi di malam hari, senjata-senjata ini dilengkapi dengan perlengkapan canggih seperti Night Vision Goggles (NVG) atau kaca penglihatan malam. Selain itu, digunakan juga ear muff untuk perlindungan pendengaran, magazen, lesan, serta perlengkapan pendukung lainnya untuk memastikan latihan berjalan efektif dan aman.
Kegiatan latihan menembak ini dimulai pada pukul 19.40 WITA dan berlangsung hingga pukul 21.20 WITA, menunjukkan durasi yang cukup untuk melatih adaptasi prajurit terhadap kondisi malam. Setelah sesi menembak, latihan dilanjutkan dengan evaluasi menyeluruh dan prosedur pengosongan senjata secara bersama-sama. Hal ini penting untuk memastikan setiap aspek latihan, mulai dari pelaksanaan hingga pasca-latihan, dilakukan sesuai standar operasional yang ketat.
Seluruh rangkaian kegiatan Latihan Menembak Malam berjalan dengan lancar dan aman, berkat kepatuhan seluruh personel terhadap standar keselamatan yang berlaku. Penerapan protokol keamanan yang ketat menjadi prioritas utama untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan, sekaligus memastikan prajurit dapat berlatih dengan fokus penuh pada peningkatan kemampuan tempur mereka. Keamanan ini mencerminkan profesionalisme Korpasgat dalam setiap kegiatan operasionalnya.
Peningkatan Kesiapan Tempur Prajurit Korpasgat
Latihan menembak malam ini merupakan bagian integral dari program pelatihan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU untuk meningkatkan kesiapan tempur. Tujuannya adalah untuk melatih serta meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel dalam pelaksanaan tugas operasi, khususnya kemampuan menembak pada malam hari. Ini sejalan dengan tuntutan Korpasgat sebagai satuan tempur darat berkemampuan tiga matra: udara, laut, dan darat.
Kemampuan menembak yang akurat, terutama dalam kondisi minim cahaya, sangat krusial bagi prajurit Korpasgat. Hal ini memastikan bahwa mereka dapat secara efektif melindungi objek vital Angkatan Udara, melaksanakan operasi khusus, dan siap menghadapi ancaman dalam berbagai skenario. Prajurit Arhanud Pasgat, selain sebagai satuan pertahanan udara, dituntut memiliki kemampuan dasar tempur yang profesional sebagai pasukan komando.
Dengan adanya Latihan Menembak Malam ini, Korpasgat berharap setiap prajurit memiliki kemampuan menembak yang handal dan kepercayaan diri tinggi saat bertugas. Kesiapan ini mencakup kemampuan untuk diterjunkan dalam misi pertahanan maupun penyerangan, baik di hutan, kota, rawa, sungai, maupun laut, untuk menumpas musuh yang melawan NKRI. Latihan berkala seperti ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan negara.
Sumber: AntaraNews