Gubernur Kaltara Minta Bapenda Optimalisasi PAD dari Sumber Belum Optimal
Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, mendesak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltara untuk segera menggarap sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum optimal, terutama dari sektor pajak daerah dan retribusi daerah.
Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, secara tegas meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltara untuk mengoptimalkan penanganan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai belum tergarap secara maksimal. Permintaan ini disampaikan langsung kepada Kepala Bapenda Kaltara yang baru dilantik, Datu Iqro Ramadhan. Langkah ini menjadi prioritas di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kondisi keuangan daerah.
Penekanan Gubernur Zainal A. Paliwang ini muncul setelah pelantikan, pengukuhan, dan pengambilan sumpah/janji Datu Iqro Ramadhan bersama 40 pejabat pimpinan tinggi pratama lainnya di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara pada Kamis (11/6). Gubernur berharap pejabat baru ini dapat segera mengambil langkah cepat untuk meningkatkan penerimaan daerah. Optimalisasi PAD Kaltara menjadi kunci dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di provinsi tersebut.
Menurut Gubernur, banyak jenis pajak daerah dan retribusi daerah di Kaltara yang potensinya belum tersentuh dan digarap secara optimal. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat pentingnya kemandirian fiskal daerah. Oleh karena itu, Bapenda diharapkan mampu mengidentifikasi dan memaksimalkan potensi-potensi tersebut demi kemajuan daerah.
Optimalisasi Pajak dan Retribusi Daerah
Gubernur Zainal A. Paliwang menyoroti beberapa sektor pajak daerah dan retribusi daerah yang potensinya belum sepenuhnya tergali. Contohnya, pajak alat berat dan pajak di bidang industri yang dinilai masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan. Selain itu, masalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) juga menjadi fokus perhatian, khususnya kendaraan dengan pelat luar daerah yang beroperasi di wilayah Kaltara.
“Saya harapkan Kepala Bapenda yang baru ini melakukan langkah-langkah cepat untuk mengoptimalkan penanganan sumber PAD dari sektor pajak daerah dan retribusi daerah,” ujar Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang dalam keterangannya di Tanjung Selor, Jumat (12/6). Ia mengimbau agar pemilik kendaraan tersebut segera memproses mutasi dan mengganti pelat menjadi KU (Kalimantan Utara) untuk memastikan penerimaan pajak yang sah masuk ke kas daerah. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan Optimalisasi PAD Kaltara secara signifikan.
Pesan khusus ini disampaikan Gubernur melihat ketidakpastian ekonomi dunia dan juga ketidakstabilan kondisi keuangan di semua daerah di Indonesia. Dengan menggarap sumber PAD yang belum optimal, Pemprov Kaltara dapat memperkuat ketahanan fiskalnya dan mengurangi ketergantungan pada transfer dari pemerintah pusat.
Pelantikan Pejabat dan Posisi Strategis yang Kosong
Acara pelantikan sebanyak 41 pejabat pimpinan tinggi pratama dan 20 jabatan fungsional berlangsung di Aula Gedung Gabungan Dinas Provinsi Kaltara, Tanjung Selor, pada Kamis (11/6) pukul 14.30 Wita. Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran dan penguatan struktur organisasi Pemprov Kaltara. Dari 41 pejabat tinggi pratama yang dilantik, 20 persen di antaranya masih menempati posisi yang sama, menunjukkan adanya rotasi dan penyesuaian.
Gubernur Zainal juga mengungkapkan bahwa masih ada beberapa jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong. Untuk mengisi posisi-posisi strategis ini, Pemprov Kaltara berencana akan menggelar seleksi terbuka dalam waktu dekat. “Dalam waktu dekat kita akan buka kembali seleksi terbuka untuk jabatan-jabatan yang kosong,” katanya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Andi Amriampa, menjelaskan bahwa pengisian jabatan yang masih kosong akan disesuaikan dengan peraturan yang berlaku dan menunggu arahan Gubernur. Beberapa jabatan yang masih kosong meliputi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Rumah Sakit.
Harapan Gubernur untuk Pejabat yang Dilantik
Kepada para pejabat lainnya yang baru dilantik, Gubernur Zainal A. Paliwang berharap mereka dapat bekerja dengan baik dan melayani masyarakat dengan cepat. Sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga ditekankan sebagai kunci untuk mempercepat pembangunan dan menyejahterakan masyarakat Kaltara. Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi dan efisiensi dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.
Daftar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Provinsi Kaltara yang baru dilantik antara lain:
- Bustan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
- Pollymaart Sijabat, Kepala Dinas Sosial
- Robby Yuridi Hatman, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah
- Syahrullah Mursalin, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
- Wahyuni Nuzband, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan
- Lewi Lawai, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja
- Andi Amriampa, Kepala Badan Kepegawaian Daerah
- Tomy, Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa dan Pemerintahan
- Bertius, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah
- Ferdy Manurun Tanduk Langi, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral
- Rohadi, Kepala Biro Hukum
- Jonilius, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
- Rukhi Syayahdin, Staf Ahli Bidang Aparatur, Pelayanan Publik dan Kemasyarakatan
- Njau Anau, Kepala Dinas Pariwisata
- Helmi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman
- Edy Suharto, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
- Burhanuddin, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
- Ferry Ferdinand Bohoh, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah
- Hasriyani, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
- Ilham Zain, Kepala Biro Perekonomian
- Heri Rudiyono, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah
- Obed Daniel, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
- Saiful Bachry, Kepala Biro Administrasi Pembangunan
- Iskandar, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian
- Idham Chalid, Kepala Dinas Perhubungan
- Yosua Batara Payangan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
- Hairul Anwar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup
- Nur Laila, Kepala Dinas Kehutanan
- Usman, Kepala Dinas Kesehatan
- Taufik Hidayat, Asisten Administrasi Umum
- Sapi'i, Asisten Perekonomian dan Pembangunan
- Muh. Rosyit, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat
- Jaini, Kepala Biro Administrasi Pimpinan
- Flora, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
- Amir Hamsyah, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa
- Panji Agung, Kepala Biro Umum
- Muhammad Gozali, Kepala Biro Organisasi
- Rustan Samsuddin, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Hubungan Antar Lembaga
- Datu Iqro Ramadhan, Kepala Badan Pendapatan Daerah
- Muhammad Pandi, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
- Sanusi, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.
Sumber: AntaraNews