Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Laga Pembuktian Kelayakan Tuan Rumah di Grup B
Laga Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026 akan menjadi ajang pembuktian kelayakan Qatar di tengah keraguan publik, mampukah mereka menggebrak Swiss yang diunggulkan?
Debut Qatar di Piala Dunia 2022 menjadi sorotan karena performa yang kurang memuaskan, berbeda jauh dengan Arab Saudi yang langsung menggebrak pada Piala Dunia 1994. Qatar menelan kekalahan dalam ketiga pertandingan fase grup di kandang sendiri, kebobolan tujuh gol dan hanya mencetak satu gol.
Pencapaian ini kontras dengan Jepang yang, setelah debut sulit pada 1998, berhasil melaju ke babak 16 besar saat menjadi tuan rumah bersama Korea Selatan pada 2002. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kelayakan Qatar di putaran final Piala Dunia 2026, terutama karena mereka lolos dalam babak kualifikasi yang dianggap kurang fair karena berlangsung di kandang sendiri.
Kini, Qatar akan menghadapi Swiss dalam pertandingan kedua Grup B di Santa Clara, California, Amerika Serikat. Laga ini menjadi kesempatan bagi Qatar untuk menjawab keraguan tersebut, meskipun mereka langsung dihadapkan dengan Swiss, tim favorit juara Grup B yang memiliki rekam jejak konsisten di Piala Dunia.
Tantangan Berat Qatar di Hadapan Swiss
Swiss adalah tim langganan Piala Dunia, dengan partisipasi ke-13 kalinya di edisi 2026 ini, dan menunjukkan grafik performa yang terus meningkat. Dalam tiga Piala Dunia terakhir yang mereka ikuti, Swiss selalu berhasil mencapai babak 16 besar, dengan pencapaian tertinggi perempat final pada 1934, 1938, dan 1954.
Tim berjuluk The Nati ini memasuki turnamen dengan kepercayaan diri tinggi, tidak hanya karena mereka menjuarai Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa tanpa sekalipun kalah, tetapi juga karena performa impresif dalam enam laga terakhir. Mereka berhasil menang besar 4-1 melawan Swedia dan Yordania, seri melawan Kosovo, Norwegia, dan Australia, serta hanya kalah tipis 3-4 dari Jerman dalam laga persahabatan.
Sebaliknya, Qatar belum meraih kemenangan dalam enam laga terakhir mereka, baik di Piala Arab maupun laga persahabatan, dengan kekalahan dari Zimbabwe, Palestina, Tunisia, dan Irlandia, serta hanya mampu seri melawan Suriah dan El Salvador. Perbedaan performa ini menempatkan Swiss di atas angin dan diprediksi akan mendominasi pertandingan kedua Grup B.
Memori 2018 dan Strategi Kedua Tim
Meskipun Swiss di atas kertas lebih unggul, mereka tidak bisa meremehkan Qatar. Ada memori 14 November 2018 di Lugano, Swiss, ketika Qatar secara mengejutkan membungkam Swiss 1-0 dalam laga persahabatan berkat gol Akram Afif. Pertandingan di Santa Clara nanti akan menjadi pertemuan kompetitif pertama kedua tim.
Akram Afif, yang kini berusia 29 tahun, bersama delapan pemain Qatar lainnya dari tim yang mengalahkan Swiss pada 2018, kemungkinan besar akan kembali diturunkan sebagai starter oleh pelatih Julen Lopetegui. Di sisi lain, pelatih Swiss, Murat Yakin, masih memiliki tujuh pemain yang merasakan kekalahan tersebut, termasuk kapten Granit Xhaka dan gelandang Remo Frueler, yang tentu berambisi membalas kekalahan itu.
Swiss memiliki bomber berbahaya pada diri Breel Embolo, striker Rennes yang merupakan top skor Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa dan telah mencetak 24 gol untuk timnas Swiss. Embolo, bersama Xhaka dan Freuler sebagai poros permainan, akan menjadi ancaman serius bagi Qatar dalam formasi 4-2-3-1 favorit Murat Yakin.
Sementara itu, Lopetegui akan mengandalkan trisula serangan Akram Afif, Edmilson Junior, dan Almoez Ali dalam formasi 4-3-3. Almoez Ali adalah pencetak gol terbanyak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan 12 gol, sedangkan Afif telah menyumbang 11 assist dalam 16 laga terakhir.
Ambisi dan Tekanan di Santa Clara
Tekanan untuk menang sangat tinggi bagi Granit Xhaka dan kawan-kawan, karena mereka tidak ingin mempersulit diri dalam dua laga berikutnya melawan Bosnia Herzegovina dan Kanada, yang telah berbagi poin setelah bermain seri 1-1. Swiss juga memiliki rekor tidak pernah kalah dalam pertandingan pertama Piala Dunia sejak kekalahan 0-5 dari Jerman pada 1966, sebuah catatan yang ingin mereka pertahankan.
Meski demikian, meskipun di atas kertas Swiss berada satu level di atas Qatar, tidak ada alasan bagi The Nati untuk meremehkan tim asuhan Julen Lopetegui tersebut. Qatar, dengan ambisi membuktikan kelayakan mereka, akan berjuang keras di lapangan.
Namun, dengan kekuatan merata di semua lini dan pengalaman yang lebih matang di atmosfer kompetisi Piala Dunia, Qatar sepertinya akan menjadi pihak yang lebih kesulitan menciptakan peluang dan menguasai lapangan dibandingkan Swiss.
Sumber: AntaraNews