Gatot Nurmantyo Kenang Ryamizard Ryacudu: Wujudkan Proyek Mustahil dan Bentuk Batalyon Raider
Gatot Nurmantyo mengenang Ryamizard Ryacudu sebagai pemimpin visioner yang wujudkan proyek mustahil, seperti pembangunan jalan pascatsunami Aceh dan pembentukan Batalyon Raider.
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Menteri Pertahanan. Gatot mengenang Ryamizard sebagai sosok pemimpin yang memiliki visi jauh ke depan dan mampu merealisasikan gagasan yang dianggap sulit. Ungkapan ini disampaikan Gatot seusai melayat ke rumah duka di Cikeas, Kabupaten Bogor, Minggu (31/5/2026).
Gatot menyoroti sejumlah keberhasilan Ryamizard Ryacudu yang membekas dalam ingatannya, terutama terkait dengan kepemimpinan dan dedikasinya terhadap kemajuan TNI Angkatan Darat. Ryamizard meninggal dunia pada usia 75 tahun, meninggalkan warisan kepemimpinan yang kuat. Kepergiannya menyisakan duka bagi keluarga, kolega militer, dan masyarakat.
Ryamizard Ryacudu dikenal luas atas kontribusinya dalam berbagai posisi strategis, termasuk sebagai KSAD dari 2002 hingga 2005 dan Menteri Pertahanan pada periode pemerintahan Presiden Joko Widodo (2014–2019). Kehadiran para pelayat terus berdatangan ke rumah duka, memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang.
Kepemimpinan Visioner Ryamizard Ryacudu dalam Program TMMD Aceh
Gatot Nurmantyo secara khusus menggarisbawahi peran Ryamizard Ryacudu dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Aceh pascatsunami 2004. Saat itu, Ryamizard mendorong pembangunan akses jalan yang menghubungkan wilayah terdampak. Proyek ini dinilai banyak pihak sebagai hal yang hampir mustahil.
Kondisi medan di Aceh pascatsunami sangat rusak parah, dengan jalur darat yang terputus di berbagai titik. Banyak pihak meragukan kemampuan untuk membangun kembali infrastruktur jalan dalam waktu singkat. Namun, Ryamizard tetap bersikeras agar program tersebut dijalankan.
"Beliau yang menentukan dalam TMMD membuat jalan dari Banda Aceh sampai Teunom. Saat itu banyak yang menganggap tidak mungkin karena jalurnya putus-putus akibat tsunami," kata Gatot. Berkat kegigihan Ryamizard, akses yang semula sulit ditembus akhirnya dapat tersambung sesuai target waktu yang ditetapkan.
Keberhasilan ini, menurut Gatot, menunjukkan visi Ryamizard yang melampaui cara pandang banyak orang di sekitarnya. "Saya katakan beliau itu yang saya anggap tidak masuk akal karena pikiran saya tidak sampai ke sana. Beliau mempunyai visi yang benar-benar bisa dipercaya dan akhirnya terbukti," tambahnya.
Kontribusi Ryamizard Ryacudu dalam Pengembangan TNI Angkatan Darat
Selain visi besar dalam pembangunan infrastruktur, Ryamizard Ryacudu juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan organisasi TNI Angkatan Darat. Ia dikenal atas inisiatifnya dalam pembentukan berbagai satuan tempur baru. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan prajurit dan meningkatkan profesionalisme.
Salah satu warisan penting yang masih dirasakan hingga kini adalah pembentukan Batalyon Raider. Satuan khusus ini dibentuk sebagai bagian dari upaya modernisasi dan peningkatan kesiapan tempur TNI AD. Batalyon Raider menjadi tulang punggung dalam operasi-operasi khusus dan penanggulangan terorisme.
"Beliau juga yang membentuk Batalyon Raider. Kiprah beliau untuk menjadikan angkatan darat yang profesional sangat besar," ujar Gatot. Gagasan dan kebijakan yang ditinggalkan Ryamizard menjadi fondasi penting bagi pengembangan TNI AD. Hal ini menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan militer.
Ryamizard Ryacudu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dari tahun 2002 hingga 2005, masa di mana banyak perubahan struktural dan penguatan kemampuan dilakukan. Kemudian, ia dipercaya menjabat Menteri Pertahanan pada periode 2014–2019 di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Sumber: AntaraNews