Tokoh Militer dan Pejabat Negara Melayat Ryamizard Ryacudu Meninggal di Cikeas
Berita duka menyelimuti tanah air, mantan KSAD dan Menhan Ryamizard Ryacudu meninggal dunia. Sejumlah tokoh militer dan pejabat negara hadir melayat di Cikeas, mengenang sosok Ryamizard Ryacudu yang berdedikasi.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu telah berpulang. Kabar duka ini membawa kesedihan mendalam bagi banyak pihak. Jenazahnya disemayamkan di rumah duka Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Sejak Minggu sore, rumah duka dipadati oleh pelayat dari kalangan keluarga, purnawirawan TNI, pejabat negara, hingga sahabat almarhum. Kehadiran mereka menunjukkan penghormatan terakhir kepada sosok penting ini.
Jenazah Ryamizard disemayamkan di kediamannya sejak sekitar pukul 17.00 WIB dengan pengamanan personel TNI bersenjata laras panjang. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan jasa Ryamizard Ryacudu selama hidupnya.
Penghormatan Terakhir dari Tokoh Bangsa
Sejumlah tokoh penting turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada Ryamizard Ryacudu. Tokoh yang hadir di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.
Selain itu, banyak pejabat dan purnawirawan TNI lainnya juga datang. Kedatangan mereka menjadi bukti nyata pengakuan atas dedikasi almarhum.
Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Ryamizard Ryacudu. Para pelayat silih berganti menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Hal ini menunjukkan solidaritas yang kuat di kalangan militer dan pemerintahan.
Mengenang Visi dan Keberanian Ryamizard Ryacudu
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengenang Ryamizard sebagai sosok pemimpin yang memiliki visi besar dan keberanian mengambil keputusan dalam berbagai penugasan TNI. Beliau memiliki keberanian besar dalam mengambil keputusan penting.
Menurut Gatot, salah satu kiprah yang paling diingatnya adalah ketika Ryamizard mendorong pembangunan akses jalan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pascatsunami Aceh pada 2004. Ryamizard adalah sosok di balik inisiatif vital tersebut.
"Beliau yang menentukan dalam TMMD membuat jalan dari Banda Aceh sampai Teunom. Saat itu banyak yang menganggap tidak mungkin karena kondisi wilayah yang terputus akibat tsunami, tetapi beliau meminta harus dilakukan dan akhirnya bisa terwujud," kata Gatot. Ini menunjukkan keteguhan dan keyakinan almarhum.
Pendekatan Kemanusiaan dalam Operasi Militer
Sementara itu, Dudung Abdurachman juga memiliki kenangan mendalam bersama Ryamizard Ryacudu. Beliau banyak memberikan arahan saat Dudung bertugas di Aceh. Ryamizard adalah atasan yang sangat dihormati.
Menurut Dudung, Ryamizard selalu menekankan pendekatan kemanusiaan dalam setiap operasi militer dan mengingatkan bahwa masyarakat harus dirangkul, bukan diposisikan sebagai musuh. Filosofi ini sangat mempengaruhi cara Dudung bertugas.
"Beliau menyampaikan kepada saya bahwa masyarakat Aceh bukan musuh kita sehingga pendekatannya harus pendekatan manusia. Itulah yang saya pegang saat melaksanakan tugas," kata Dudung. Pesan ini menjadi pegangan kuat bagi para prajurit.
Dudung menilai Ryamizard merupakan prajurit profesional yang konsisten mendorong pengembangan organisasi dan kualitas sumber daya manusia TNI. "Beliau prajurit sejati, prajurit tulen yang betul-betul profesional. Banyak hal yang beliau kembangkan agar prajurit semakin profesional di bidangnya," ujarnya.
Jejak Karier Ryamizard Ryacudu
Ryamizard merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Beliau memiliki rekam jejak karier yang cemerlang di militer dan pemerintahan.
Ryamizard pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 2002 hingga 2005. Posisi ini menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap kepemimpinannya.
Pada masa pemerintahan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo, Ryamizard dipercaya menjabat Menteri Pertahanan pada periode 2014–2019. Jabatan ini dipegangnya selama periode tersebut.
Sumber: AntaraNews