Dua Pegawai Toko Tewas Diduga Keracunan Asap Genset saat Listrik Padam di Sumut
Selain dua korban meninggal, dua pegawai lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Dua pegawai toko di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, meninggal dunia diduga akibat keracunan asap genset saat terjadi pemadaman listrik. Selain dua korban meninggal, dua pegawai lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kapolsek Air Putih, AKP Rahmat R. Hutagaol, mengatakan total terdapat empat korban dalam peristiwa tersebut. Dua korban meninggal dunia bernama Adila dan Rahma, sedangkan dua korban lainnya, Dwi dan Riana, masih mendapatkan penanganan medis.
“Yang meninggal dunia atas nama Adila dan Rahma. Sementara Dwi dan Riana masih mendapat perawatan di rumah sakit,” kata Rahmat, Minggu (24/5).
Keempat korban diketahui merupakan warga Kota Tebing Tinggi dan bekerja di toko tersebut. Saat kejadian, mereka berada di dalam bangunan toko ketika listrik padam dan genset diduga dinyalakan.
Korban Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dalam Kamar
Peristiwa itu terungkap setelah pemilik toko berusaha menghubungi para karyawan, namun tidak mendapat respons. Pemilik toko kemudian meminta pengawas toko bernama Edo untuk memeriksa kondisi para pegawai di lokasi.
Setibanya di lokasi, Edo bersama warga mendobrak pintu kamar setelah tidak ada jawaban dari dalam. Mereka kemudian menemukan keempat korban tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Pengawas toko dibantu warga mendobrak pintu dan menemukan para korban sudah tergeletak di dalam kamar,” ujar Rahmat.
Menurut polisi, para korban sebelumnya masih sempat berkomunikasi dengan teman-temannya pada malam hari. Namun keesokan paginya mereka ditemukan dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Warga kemudian membawa seluruh korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun dua korban dinyatakan meninggal dunia, sedangkan dua lainnya masih menjalani perawatan intensif.
Personel Polsek Air Putih yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti insiden tersebut.
“Kami tiba setelah korban dibawa ke rumah sakit. Dari laporan yang diterima, dua orang meninggal dunia dan dua lainnya masih menjalani perawatan,” pungkas Rahmat.