TNI AL Gelar Operasi Trisila-26: Bersih Pantai dan Bakti Sosial di Monumen MNEK Makassar
Satgas Operasi Trisila-26 Tahap II TNI AL menunjukkan kepedulian lingkungan dan sosial dengan aksi bersih pantai dan penyerahan sembako di Monumen MNEK Makassar.
Satuan Tugas (Satgas) Operasi Trisila-26 Tahap II TNI Angkatan Laut Tahun Anggaran 2026 telah sukses menyelenggarakan kegiatan bersih pantai dan bakti sosial di kawasan Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat (MNEK), Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu, 7 Juni, menunjukkan komitmen nyata TNI AL dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Aksi ini juga menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat setempat.
Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, yang menjabat sebagai Dansatgas Operasi Trisila-26 Tahap II, secara lugas menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud konkret kepedulian TNI AL. Fokus utamanya adalah pelestarian lingkungan pesisir yang berkelanjutan, sekaligus mempererat hubungan dengan komunitas maritim.
Dalam pelaksanaan kegiatan, personel dari Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI, prajurit KRI Teluk Kupang-519, dan KRI Teluk Terapang-648 turut berpartisipasi aktif. Selain itu, Satgas Kebersihan Kecamatan Mariso Kota Makassar juga ikut terlibat dalam upaya pembersihan sampah dan pemotongan rumput di sekitar area Monumen MNEK. Kehadiran berbagai elemen ini memastikan kebersihan, keindahan, dan kelestarian ikon kebanggaan Sulawesi Selatan tetap terjaga.
Komitmen TNI AL dalam Pelestarian Lingkungan Pesisir
Laksamana Pertama TNI Endra Hartono menekankan bahwa aksi bersih pantai ini adalah implementasi nyata dari komitmen TNI Angkatan Laut. Komitmen tersebut berorientasi pada pemeliharaan ekosistem pesisir dan laut agar senantiasa bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang. Kegiatan semacam ini menjadi pilar penting dalam strategi pertahanan maritim yang juga memperhatikan aspek lingkungan.
Menurut Laksma Endra, setiap tindakan yang dilakukan, meskipun terlihat kecil, dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya partisipasi kolektif dalam menjaga kelestarian alam. Upaya konservasi lingkungan, terutama di wilayah pesisir, merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan instansi.
Monumen MNEK, yang menjadi lokasi utama kegiatan, merupakan salah satu simbol kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Menjaga kebersihan dan keindahannya bukan hanya tugas pemerintah atau TNI AL, melainkan juga cerminan dari kesadaran kolektif. Pembersihan sampah dan pemotongan rumput secara berkala menjadi langkah preventif untuk mencegah kerusakan lingkungan dan menjaga daya tarik wisata.
Bakti Sosial dan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Selain fokus pada kebersihan lingkungan, Satgas Operasi Trisila-26 Tahap II juga memperluas jangkauan kegiatannya melalui bakti sosial. Inisiatif ini berupa penyerahan paket sembako kepada masyarakat yang berdiam di sekitar kawasan pesisir. Bantuan tersebut bertujuan meringankan beban ekonomi dan menunjukkan empati TNI AL.
Penyerahan paket sembako dilakukan secara simbolis oleh Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Komando Armada (Koarmada) II bersama Wakil Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Wadan Kodaeral) VI, Laksamana Pertama TNI Arya Delano. Kehadiran para petinggi TNI AL dalam acara ini menegaskan keseriusan institusi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.
Laksamana Pertama TNI Endra Hartono juga mengungkapkan bahwa kegiatan bersih pantai ini bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dengan demikian, aksi yang dilakukan oleh para prajurit TNI AL ini bukan sekadar rutinitas, melainkan kontribusi nyata yang selaras dengan semangat global dalam menjaga kelestarian alam. Ini adalah bentuk partisipasi aktif dalam upaya mitigasi dampak perubahan iklim.
Sumber: AntaraNews